Bacakan Pleidoi, Nadiem Klaim Pemilihan Chrome OS Hemat Rp3,9 Triliun

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Bacakan Pleidoi, Nadiem Klaim Pemilihan Chrome OS Hemat Rp3,9 TriliunNasional | okezone | Selasa, 2 Juni 2026 - 16:32Dengarkan Berita

JAKARTA - Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengklaim pemilihan Chrome OS justru menghemat pengeluaran Rp3,9 triliun.

Hal itu ia sampaikan saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

“Majelis Hakim Yang Terhormat, kebijakan kementerian untuk memilih Chrome OS yang gratis, secara mutlak telah menghemat pengeluaran negara Indonesia setidak-tidaknya Rp3,9 triliun, angka yang jauh di atas kerugian negara yang diduga,” kata Nadiem.

Nadiem menjelaskan kombinasi penggunaan Windows dan Chrome mampu menghemat biaya pengadaan hingga Rp50 juta per sekolah. “Saat tim mempresentasikan rekomendasi mereka ke saya, diestimasi biaya paket sekolah kalau semua laptopnya Windows itu Rp148 juta per sekolah, sedangkan kombinasi Chrome dan Windows itu biayanya Rp98 juta per sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:Awas Ancaman Banjir Rob di Jakarta Utara pada 1-8 Mei 2026

“Kalau saya dinyatakan bersalah, apakah artinya negara berpendapat bahwa seharusnya kementerian memilih opsi lebih mahal? Inilah ironi dalam kasus ini: saya dituntut 27,5 tahun penjara untuk suatu kebijakan yang telah menghemat triliunan anggaran negara,” sambungnya.

Ia melanjutkan, keputusan pemilihan Chrome OS bukan merupakan keputusannya sebagai menteri. Menurutnya, ia tidak pernah menandatangani dokumen apa pun yang berkaitan dengan pengadaan laptop Chromebook di bawah kementeriannya.

“Walaupun saya setuju dengan keputusan Tim Teknis yang telah menghemat anggaran begitu besar, kewenangan ini ada di level mereka. Saya dikaitkan dengan kebijakan ini hanya karena tim mengundang saya menghadiri satu meeting Zoom pada 6 Mei 2020, di mana saya dipaparkan rekomendasi kombinasi Windows dan Chrome OS, yang akhirnya diubah lagi di level tim teknis ke 100 Chrome OS, tanpa sepengetahuan saya. Faktanya, secara hukum administrasi negara, ini bukan keputusan menteri,” ucapnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Balik Penipuan Pasutri Pemilik WO Marwah Catering
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Hangat KDM di Papua, Sapa Warga Kampung Enggros yang Hendak ke Pasar
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Ukraina Hantam Jantung Militer Rusia! Dua Pesawat Strategis Tu-142 Dilaporkan Lumpuh, Moskow Murka
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Bom! Putin Tembak 656 Drone dan 73 Rudal ke Ukraina, 9 Tewas
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Daftar Lengkap Saham yang Bakal Ditendang dari Indeks FTSE
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.