Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap kebutuhan tambahan anggaran untuk mengejar target proyek infrastruktur prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp34,33 triliun.
Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa tambahan alokasi anggaran tersebut dibutuhkan untuk menuntaskan program-program strategis seperti Instruksi Presiden (Inpres) irigasi, Inpres Jalan Daerah, Revitalisasi Madrasah, Sekolah Rakyat, dan KSPEAN Wanam.
"Untuk menuntaskan prioritas presiden dimaksud, kebutuhan tambahan anggaran tahun 2026 adalah sebesar Rp34,33 triliun," ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (2/6/2026).
Dody menuturkan total kebutuhan anggaran jumbo tersebut mencakup pembiayaan untuk kelanjutan proyek kontrak tahun jamak (multi-years contract) serta usulan kegiatan baru.
Perinciannya, kebutuhan untuk lanjutan proyek multi-years tercatat sebesar Rp3,35 triliun, sedangkan sisa usulan kegiatan baru masih membutuhkan anggaran mencapai Rp30,98 triliun.
Dody melaporkan kebutuhan anggaran terbesar akan dialokasikan untuk membiayai proyek irigasi daerah dengan proyeksi serapan mencapai Rp14,65 triliun.
Baca Juga
- Jasa Marga Catat 321.039 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Saat Libur Iduladha
- Anggaran Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Rp100 Triliun, Ini Rinciannya
- Libur Iduladha, Jasa Marga Prediksi 1,09 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Selanjutnya, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk penanganan jalan daerah periode 2026 dan 2027 sebesar Rp12 triliun.
Kemudian, proyek sekolah rakyat tahap III dianggarkan mendapat pagu Rp3,95 triliun, serta revitalisasi madrasah sebesar Rp380 miliar.
"Usulan tersebut telah kami sampaikan kepada Menteri Keuangan pada 22 Mei 2026 dan akan diusulkan melalui anggaran berisi tambahan tahun anggaran 2026," jelasnya.
Pengerjaan instruksi presiden pada sejumlah proyek infrastruktur sejauh ini terus bergulir. Proyek sekolah rakyat dengan pagu Rp19,95 triliun tercatat telah memiliki realisasi fisik 67,50% dan keuangan 44,33%.
Selain sekolah rakyat, Dody memerinci realisasi Inpres lainnya seperti penanganan irigasi daerah mencatatkan progres fisik sebesar 82,73%.
Sementara itu, proyek revitalisasi madrasah menyentuh realisasi fisik 41,88%, serta megaproyek swasembada pangan, energi, dan air di Wanam memiliki realisasi fisik di angka 12,67%.





