JAKARTA, KOMPAS.com – Gerai laundry di dalam area SPBU swasta di kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dibobol oleh komplotan maling pada Senin (1/6/2026) dini hari.
Raka, salah satu pegawai laundry mengungkapkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 20 juta.
"Total kerugian kurang lebih Rp 20 juta sih. Selain itu, jujur operasional jadi terganggu juga karena kan jadi tutup sementara, dan itu mengganggu sangat sih untuk income outlet kita," kata Raka saat ditemui di lokasi.
Dia mengungkapkan aksi para pelaku sempat terpantau kamera CCTV SPBU dari jauh sekitar pukul 02.50 WIB.
"Kalau untuk dari pelaku, CCTV pom bensin itu terlihat dua pelaku membawakan motor matic sih kayaknya warna putih. Dia itu kerjanya cepat juga sih, tidak sampai hitung berapa menit. Satu di atas motor menunggu di depan konter, satu masuk gasak semuanya," jelas Raka.
Baca juga: Gerai Laundry di SPBU Jalan Panjang Jakbar Dibobol Maling, TV hingga Tablet Raib
Pelaku yang bertindak sebagai eksekutor kemudian memecahkan pintu kaca sebelah kanan untuk masuk ke dalam gerai laundry yang saat itu sudah dalam kondisi tutup.
Seorang pelaku pun menggasak barang-barang di dalam gerai dengan cepat, lalu langsung melarikan diri menggunakan motor.
Sayangnya, tiga unit kamera CCTV yang terpasang di dalam gerai hanya memantau dan tidak merekam, sehingga tidak bisa digunakan untuk melacak pelaku.
Kondisi pintu gerai yang hancur berantakan pun pertama kali disadari oleh petugas keamanan SPBU yang hendak membuka SPBU pada pukul 05.00 WIB.
"Pihak dari SPBU (yang pertama tahu). Karena pihak pom bensin ini kan dia datang dari setengah enam sudah buka. Jadi mereka dulu orang pertama yang melihat keadaan toko, setelah itu baru saya sampai," jelas Raka.
Raka menceritakan bahwa dirinya baru tiba di gerai sekitar pukul 06.00 WIB untuk bersiap membuka toko.
Namun, ia terkejut melihat area kerjanya sudah dikerumuni oleh karyawan SPBU dan dipenuhi pecahan kaca yang berserakan.
"Jadi pertama saya masuk pagi, pertama kali saya sampai sini melihat kaca itu sudah pecah. Keadaan sudah pecah, saya bingung akhirnya saya tanya, ini sudah ramai juga di sini karyawan SPBU, katanya tadi malam ada aksi pembobolan," ucap Raka.
Baca juga: Terlilit Utang Usaha Nasi Kebuli Rp 150 Juta, Pria di Cengkareng Jakbar Nekat Maling MacBook
Ia menggambarkan, kondisi barang di dalam gerai sudah porak-poranda dan laci-laci meja kasir terbuka lebar.
"Kondisi kaca sudah pecah satu yang pintu sebelah kanan, terus di dalam juga sudah berantakan. Yang hilang sih hanya elektronik-elektronik saja ya, seperti TV, tablet, ponsel, sama beberapa aksesori peralatan operasional outlet," tuturnya.





