Ponorogo (beritajatim.com) – Damkar Ponorogo kembali berjibaku dengan satwa liar yang masuk permukiman warga.
Pada Selasa (2/6/2026) pagi, petugas mengevakuasi seekor ular piton sepanjang hampir 3 meter yang bersembunyi di blandar rumah warga Kelurahan Patihan Kidul. Proses penyelamatan dilakukan dengan menggunakan tangga karena posisi ular berada di ketinggian.
Laporan keberadaan ular tersebut diterima petugas Damkar Ponorogo sekitar pukul 06.05 WIB. Setelah menerima informasi dari pemilik rumah bernama Mujahidin, tim penyelamat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Kondisi ular yang berada di ketinggian membuat petugas harus menggunakan tangga dan bekerja ekstra hati-hati agar proses penangkapan berjalan aman.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan ular yang ditemukan merupakan jenis piton dengan ukuran cukup besar. Meski demikian, proses evakuasi berlangsung lancar tanpa kendala berarti maupun korban dari pihak warga.
“Pagi tadi sekitar pukul 06.05 WIB, kami menerima laporan bahwa di rumah Pak Mujahidin, Patihan Kidul, ada ular yang posisinya berada di blandar rumah. Karena posisinya di atas, kami menggunakan tangga untuk melakukan evakuasi. Ularnya jenis piton dengan panjang kurang lebih 2,5 sampai 3 meter,” kata Bambang, Selasa sore.
Menurut Bambang, dari hasil informasi yang dihimpun petugas, tidak ada warga maupun hewan ternak yang menjadi korban. Dugaan sementara, ular tersebut masuk ke area permukiman untuk mencari mangsa. Yakni berupa tikus yang banyak ditemukan di sekitar lingkungan warga.
“Informasi yang kami terima tidak ada korban. Kemungkinan ularnya sedang mencari makan, mungkin tikus. Tidak ada ternak warga yang dimakan ataupun menjadi korban,” ungkapnya.
Bambang menjelaskan, tantangan utama dalam proses penyelamatan bukan pada agresivitas ular, melainkan lokasi persembunyiannya yang berada di bagian atas rumah. Karena itu, petugas harus memastikan keselamatan personel, selama melakukan penangkapan agar ular tidak jatuh maupun melukai warga di sekitar lokasi.
“Kendalanya tidak ada. Hanya karena posisinya di atas atau di blandar rumah, petugas harus lebih hati-hati saat melakukan evakuasi,” jelas Bambang.
Menariknya, evakuasi di Patihan Kidul bukan satu-satunya penanganan ular yang dilakukan Damkar Ponorogo pada hari yang sama. Tak lama setelah proses tersebut selesai, petugas kembali menerima laporan keberadaan ular piton. Kali ini di wilayah Kelurahan Setono dengan posisi yang juga berada di atas bangunan rumah warga.
“Baru saja ada laporan masuk lagi terkait penanganan ular di Kelurahan Setono. Posisinya juga di atas atau di blandar rumah. Jadi hari ini kami sudah melaksanakan evakuasi ular 2 kali,” ungkapnya.
Bambang menambahkan, ular-ular hasil evakuasi sementara waktu ditampung di kantor Damkar Ponorogo. Setelah kondisi aman, satwa tersebut akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya yang jauh dari kawasan permukiman penduduk. Hal itu penting dilakukan guna menghindari potensi gangguan serupa di kemudian hari.
“Untuk sementara ular kami tampung di Damkar. Saat ini di kantor ada 3 ekor ular hasil evakuasi. Nanti akan kami lepaskan kembali ke habitatnya yang jauh dari permukiman warga,” pungkasnya.
Selain 2 kasus ular piton yang ditangani hari ini, Damkar Ponorogo beberapa hari sebelumnya juga melakukan evakuasi ular jenis kobra di kawasan Dam Cokromenggalan. (end/ted)




