Kombinasi AI dan Laboratorium Digital, Cara Amalia Medical Center Pangkas Human Error Medis

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah berupaya peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Salah satu langkah dari komitmen tersebut, Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Ahnas, S.Ag M.Si, melakukan kunjungan kerja ke Amalia Medical Center di Jakarta Timur pada Mei 2026.

Agenda ini difokuskan untuk memantau langsung kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan bagi CPMI, yang meliputi keandalan sarana dan prasarana, kelengkapan peralatan medis maupun non-medis, hingga kapabilitas sumber daya manusia (SDM) profesional yang bertugas di sana. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan pendukung penempatan tenaga kerja mampu menjawab tantangan standar kesehatan global yang terus berkembang pesat, seiring ketatnya kriteria yang diajukan oleh negara-negara tujuan penempatan. Selama berada di lokasi, Dirjen Penempatan bersama rombongan meninjau secara menyeluruh setiap divisi vital yang ada di klinik Amalia.

Baca Juga
  • DPRD NTB dan BP3MI Fasilitasi Pemulangan Jenazah Pekerja Migran dari Malaysia
  • Ini 'Keajaiban' yang Terjadi pada Tubuh Begitu Seseorang Berhenti Merokok
  • Film tentang Penembakan Anak di Gaza Raih Penghargaan News Emmy Awards

Peninjauan mencakup divisi pemeriksaan fisik, laboratorium, radiologi, hingga divisi pemeriksaan penunjang medik. Selain kesiapan fisik, rombongan kementerian juga menelaah Sistem Manajemen Mutu yang diterapkan oleh Amalia Medical Center demi menjamin validitas dan konsistensi hasil pemeriksaan kesehatan para CPMI. Kedatangan tim pemerintah ini disambut oleh Direktur Amalia Medical Center Ir Zainal Muhamad, MBA, bersama jajaran tim spesialis serta 50 tenaga profesional medis dan non-medis yang bergerak di bidangnya masing-masing.

Salah satu aspek yang menarik perhatian besar dari Dirjen Penempatan dan rombongan adalah modernisasi pada divisi laboratorium. Klinik ini telah mengadopsi peralatan mutakhir yang mampu mendeteksi berbagai jenis virus pada tubuh manusia secara akurat menggunakan metode CLIA (Chemiluminescence Immunoassay) yang memiliki sensitivitas tinggi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Seluruh perangkat laboratorium tersebut juga telah terintegrasi dengan aplikasi LIS (Laboratory Information System). Kehadiran sistem LIS ini secara signifikan mereduksi intervensi manual petugas dalam pengambilan keputusan hasil laboratorium. Pola kerja digital ini tidak hanya menawarkan efisiensi dan kecepatan, tetapi juga meminimalisir potensi human error dalam mengeluarkan hasil analisis medis yang tepat.

Inovasi serupa juga terlihat pada Divisi Radiologi yang kini dilengkapi dengan alat Detector baru. Perangkat ini mampu memproduksi visualisasi thorax photo (bahu/dada) dan lumbal (tulang belakang) dengan tingkat ketajaman yang sangat tinggi, sehingga memudahkan tugas dua orang dokter spesialis radiologi (Radiologist) dalam membaca hasil pemeriksaan.

Selain itu, divisi ini juga telah mengintegrasikan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) yang dirancang khusus untuk mendeteksi penyakit Tuberkulosis (TBC) secara presisi. Implementasi simultan dari metode CLIA, LIS, dan AI di dalam satu atap pelayanan kesehatan ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

Pembaruan teknologi semacam ini dinilai menjadi krusial mengingat negara-negara tujuan penempatan, seperti Taiwan, kawasan Timur Tengah untuk tenaga kerja formal, Malaysia, Singapura, dan beberapa negara lainnya, kini menerapkan regulasi kesehatan yang jauh lebih ketat dan detail dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Negara-negara tujuan penempatan CPMI seperti Taiwan, kawasan Timur Tengah untuk tenaga formal, Malaysia, Singapura dan sejumlah negara lainnya saat ini menerapkan persyaratan kesehatan yang jauh lebih komprehensif dibanding beberapa tahun sebelumnya. Kondisi ini menuntut pusat layanan kesehatan di Indonesia untuk terus beradaptasi melalui pembaruan teknologi dan peningkatan mutu secara konsisten.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ayah 66 Tahun di Jepang Tewaskan Putra 11 Tahun, Diduga Terdesak Kesulitan Hidup
• 3 jam laluerabaru.net
thumb
Kebakaran di Pasar Jiung Kemayoran, Tiga Orang Terluka
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Gerindra Sebut Momen Prabowo–Megawati Jadi Sinyal Positif bagi Publik
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Arab Saudi Semakin Agresif di Sektor Mobil Listrik
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
TNI AL perkuat kesiapan prajurit lewat latihan pendaratan di Palu
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.