EtIndonesia.com. Seorang pria berusia 66 tahun di Kota Narita, Prefektur Chiba, Jepang, diduga berusaha mengakhiri hidup bersama putranya. Ia dituduh mencekik hingga tewas putranya yang berusia 11 tahun di rumah mereka. Polisi menduga pria tersebut melakukan tindakan itu karena terjerat kesulitan hidup. Setelah keluar dari rumah sakit, ia ditangkap dan mengakui perbuatannya.
Media Jepang melaporkan bahwa menurut polisi, tersangka yang menganggur bernama Toshihiko Yoshii tinggal berdua dengan putranya. Ia diduga membunuh anaknya yang masih duduk di kelas enam sekolah dasar dan baru berusia 11 tahun di apartemen tempat tinggal mereka pada 27 Mei.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pada 29 Mei, kepala sekolah tempat anak itu bersekolah melaporkan kepada polisi bahwa sang murid “tidak masuk sekolah sejak tanggal 27”. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan menemukan ayah serta anak itu terbaring di lantai sebuah kamar dengan selimut menutupi mereka.
Saat ditemukan, bocah tersebut diperkirakan telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. Sementara itu, tersangka tidak mengalami luka luar yang jelas dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Setelah keluar dari rumah sakit, ia ditangkap atas dugaan pembunuhan.
Dalam pemeriksaan, ia mengakui perbuatannya dan mengatakan: “Saya mencekik leher anak saya dengan tangan di rumah dan membunuhnya.”
Sumber yang terlibat dalam penyelidikan mengungkapkan bahwa tersangka diduga telah lama mengalami kesulitan keuangan. Kepada polisi ia mengatakan bahwa dirinya “tidak bisa meninggalkan anaknya sendirian”. Berdasarkan keterangan tersebut, polisi menduga ia berusaha bunuh diri bersama putranya akibat tekanan hidup, namun upaya bunuh dirinya sendiri tidak berhasil.
Saat ini, polisi masih terus menyelidiki kronologi rinci kejadian tersebut, termasuk kondisi kehidupan dan situasi keluarga sebelum peristiwa itu terjadi.
Sumber : NTDTV.com





