HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – PSM Makassar tak perlu jauh-jauh mencari striker masa depan. Jawabannya bisa jadi sudah ada di dalam akademi sendiri. Namanya Dimas Adi Prasetyo, penyerang muda yang sedang mencuri perhatian bersama Timnas Indonesia U-19. Dia sudah layak naik kelas untuk dipromosikan ke tim senior musim depan.
Dimas kembali menunjukkan ketajamannya di Timnas Indonesia U-19. Penyerang berusia 18 tahun itu tampil impresif bersama Garuda Muda. Sinyal kuat bahwa dirinya layak mendapatkan kesempatan lebih besar.
Dalam laga pembuka Grup A Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumatra Utara, Medan, Senin (1/6/2026), Dimas menjadi salah satu bintang kemenangan Indonesia atas Myanmar. Ia mencetak dua gol yang membantu Garuda Muda mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0. Satu gol lainnya disumbangkan Arkhan Kaka.
Penampilan tersebut semakin menguatkan keyakinan bahwa Dimas bukan sekadar talenta akademi biasa. Ia telah menunjukkan kemampuan bersaing di level internasional dan terus berkembang dari turnamen ke turnamen.
Konsisten di Panggung Internasional
Bagi Dimas, mencetak gol untuk Timnas bukanlah cerita baru. Sebelumnya, pada ajang Piala Kemerdekaan 2025, namanya juga menjadi sorotan setelah membobol gawang Uzbekistan.
Gol yang dicetak saat itu memiliki arti penting, karena membuka jalan kemenangan Indonesia atas Uzbekistan dengan skor 2-0. Penampilan gemilangnya membuat Dimas dinobatkan sebagai man of the match atau pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.
Kemampuannya tampil tenang di bawah tekanan menjadi salah satu keunggulan yang mulai terlihat dalam setiap penampilannya bersama Garuda Muda. Tidak hanya mampu menyelesaikan peluang, Dimas juga menunjukkan karakter sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui momen-momen penting.
Bukti Kualitas Bersama PSM U-18
Performa apik Dimas sebenarnya sudah terlihat sejak membela PSM Makassar U-18 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U-18 musim 2024/2025.
Sepanjang musim, pemain bernomor punggung 93 itu tampil dalam 24 pertandingan. Dari jumlah tersebut, ia mengoleksi enam gol dan tiga assist.
Kontribusinya membantu PSM U-18 menorehkan prestasi besar dengan merebut gelar juara nasional. Kesuksesan tersebut menjadi bukti bahwa Dimas mampu tampil konsisten dalam persaingan yang ketat. Di usianya yang masih sangat muda, pencapaian tersebut menjadi modal berharga untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.
Saatnya Diberi Kesempatan di Tim Senior?
PSM Makassar selama ini dikenal sebagai klub yang berani memberikan ruang bagi pemain muda. Dengan perkembangan yang ditunjukkan Dimas, promosi ke tim senior menjadi langkah yang layak dipertimbangkan.
Ketajamannya di kotak penalti, pengalaman bersama Timnas kelompok usia, serta kemampuannya menghadapi tekanan pertandingan besar menjadi nilai tambah. Ini yang tidak dimiliki banyak pemain seusianya.
Jika mendapatkan kesempatan berlatih dan bersaing di skuad utama, Dimas berpotensi menjadi alternatif menarik di lini depan Pasukan Ramang. Bahkan, bukan tidak mungkin ia mampu memberikan persaingan sehat bagi para striker asing.
Dari Parigi Moutong ke Panggung Nasional
Perjalanan Dimas menuju titik ini tidak terjadi secara instan. Ia lahir di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada 13 April 2008.
Sejak kecil, sepak bola sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Dukungan sang ayah yang pernah aktif bermain sepak bola amatir menjadi fondasi awal perjalanan kariernya.
Dimas rutin mengikuti latihan dan berbagai turnamen usia muda, bahkan harus menempuh perjalanan hingga Kota Palu demi mengasah kemampuannya. Bakatnya mulai berkembang ketika bergabung dengan sejumlah sekolah sepak bola, termasuk SSB Persita Taupa dan SSB Labuan Beru.
Dari kompetisi usia muda seperti Piala Soeratin hingga Liga Top Skor, Dimas terus menunjukkan perkembangan signifikan. Penampilan konsistennya kemudian membawanya mengikuti seleksi PSM Makassar yang digelar di Palu.
Ia berhasil melewati proses seleksi yang ketat dan akhirnya bergabung dengan skuad resmi PSM U-18.
Kini, setelah sukses menembus Timnas Indonesia U-19 dan terus menunjukkan produktivitasnya di depan gawang, Dimas Adi Prasetyo tampak semakin dekat dengan mimpi berikutnya: menembus tim senior PSM Makassar. Selanjutnya membuktikan diri di level tertinggi sepak bola Indonesia. (ian)





