Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut tidak menutup kemungkinan peristiwa sinkhole seperti yang terjadi di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dapat kembali muncul di sejumlah titik lain di Jakarta.
Diketahui, sinkhole di Lenteng Agung terjadi akibat kondisi armco yang sudah tidak layak karena termakan usia, sehingga mengalami korosi parah dan menjadi rapuh serta tidak mampu menahan beban.
"Saya waktu ditanya di mana, saya bilang tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi karena banyak sekali armco-armco di Jakarta juga pada kondisi yang sama, sudah lama, tua, pasti keropos kalau besi. Bahkan dari PDAM, saya pernah dikasih tahu 100 tahun pipa air kita tidak berganti," kata Rano kepada wartawan di Lenteng Agung, Selasa (2/6/2026).
Dia menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan inventarisasi menyeluruh guna memetakan titik-titik rawan sinkhole di Ibu Kota.
Rano juga menyoroti kondisi di Lenteng Agung yang masih memerlukan kajian lebih lanjut, mengingat gorong-gorong di lokasi tersebut melintas di bawah rel kereta api dan berpotensi membahayakan jika terjadi kerusakan serupa di kemudian hari.
"Saya nggak mau nutup-nutupi, dan bukan berarti kita harus takut, tapi artinya kita mengantisipasi. Karena kalau terjadi itu, bagaimana caranya?" ujarnya.
Baca Juga
- BRIN Ungkap Daftar Wilayah RI yang Berpotensi Terjadi Sinkhole
- Mengenal Fenomena Sinkhole, Kenapa Tanah Bisa Tiba-Tiba Amblas?
Saat ini, perbaikan jalan amblas di jalur Jakarta–Depok tersebut telah rampung. Fondasi telah diganti menggunakan beton K-400. Pemprov DKI juga mulai menyiapkan langkah antisipatif terhadap potensi kejadian serupa di lokasi lain.
Menurut Rano, Dinas Sumber Daya Air telah memetakan titik-titik di Jakarta yang masih menggunakan pipa berbahan armco sehingga area berisiko dapat diidentifikasi lebih awal.
Namun demikian, ia menegaskan pemerintah tidak dapat langsung melakukan perbaikan di seluruh titik yang telah dipetakan sebelum terjadi kerusakan atau insiden.
"Alhamdulillah dari Dinas Sumber Daya Air sudah memetakan Jakarta yang menggunakan armco itu di mana saja. Mudah-mudahan sudah terpetakan, tapi memang kita tidak bisa langsung eksekusi kalau belum terjadi apa-apa," ucapnya.





