Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Skandal Riset Palsu Lulusan S1 UNY

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengungkapkan empat orang yang diduga terlibat dalam skandal pemalsuan riset untuk konferensi internasional di Kopenhagen, Denmark.

Mereka merupakan lulusan program sarjana (S1) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Brian mengatakan pihaknya telah membentuk tim untuk menindaklanjuti kasus tersebut dan berkoordinasi dengan UNY guna menelusuri latar belakang para terduga pelaku.

“Terkait dengan tadi permasalahan kasus beberapa orang yang melakukan pembohongan riset, ini kami sudah membentuk tim dan sudah berkoordinasi dengan UNY,” kata Brian saat rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6).

Brian menyebut, keempat terduga pelaku merupakan lulusan S1 UNY. Namun, pendidikan pascasarjana mereka berasal dari perguruan tinggi yang berbeda-beda.

“Bahwa benar empat orang itu, tadi seperti yang ditanyakan, bahwa benar empat orang itu lulusan S1-nya adalah UNY. S2-nya berbeda-beda,” ujar Brian.

“Tetapi memang setelah kami cek di seluruh database perguruan tinggi, keempatnya itu tidak berafiliasi atau bukan dosen di perguruan tinggi tersebut,” lanjutnya.

Brian menjelaskan status keempat orang tersebut yang bukan merupakan dosen ataupun tenaga akademik aktif di perguruan tinggi membuat pemerintah menghadapi kendala dari sisi administratif dalam melakukan penindakan.

Menurut dia, Kemendiktisaintek tidak memiliki dasar hukum langsung untuk memproses mereka melalui mekanisme yang berlaku di lingkungan perguruan tinggi.

“Sehingga tentu secara administrasi, kita tidak memiliki payung hukum untuk penanganan dan memproses lebih lanjut. Meskipun begitu, tadi juga masukan dari Bapak Ibu disampaikan bahwa secara etika ini kan mencoreng nama baik penelitian di Indonesia,” kata Brian.

Meski demikian, Brian menegaskan kementeriannya tidak akan berhenti pada temuan tersebut. Ia menilai dugaan pemalsuan riset telah merusak reputasi dunia penelitian nasional.

“Kami melihat juga banyak peneliti-peneliti Indonesia yang sangat kredibel, yang sangat bagus, yang dedikasi tinggi, tentu namanya menjadi tidak bagus karena hal-hal yang seperti ini. Sehingga kami tetap akan memproses, Bapak Ibu sekalian,” ujarnya.

Brian mengatakan tim hukum Kemendiktisaintek kini sedang mengkaji berbagai kemungkinan jalur hukum yang dapat ditempuh untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Menurut dia, langkah hukum diperlukan agar muncul efek jera bagi pelaku.

“Dari tim hukum kami sedang mencari celah apa yang bisa digunakan untuk melakukan proses tindakan hukum lebih lanjut. Karena kami sepakat bahwa ini perlu ada efek jera, dan juga perlu juga untuk membesarkan hati teman-teman kita, peneliti yang memang serius melakukan penelitian, serius menyiapkan bahan dan pergi ke luar negeri,” pungkas Brian.

Sebelumnya, dugaan skandal pemalsuan riset ini diungkap oleh Wa Ode Dwi Daningrat di akun Instagramnya, Senin (25/5) lalu, dan viral di media sosial.

Wa Ode Dwi Daningrat atau Dwi merupakan peneliti Indonesia yang berkiprah di bidang clinical medicine di University of Oxford. Dwi menemukan kejanggalan terhadap abstrak ilmiah yang disodorkan sekelompok periset tersebut dalam ISPPD 2026 yang berlangsung pada 17-21 Mei 2026.

ISPPD atau International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases merupakan forum ilmiah global utama di bidang pneumonia dan penyakit pneumokokal. Forum ini mempertemukan ribuan ilmuwan, dokter, epidemiolog, dan peneliti kesehatan dari berbagai negara.

Menurut Dwi, sekelompok periset itu menyodorkan 19 abstrak yang dipamerkan dalam acara tersebut. Menurutnya, jumlah abstrak sebanyak itu tidak masuk akal dibuat dalam waktu singkat. Terlebih, kata dia, abstrak tersebut tidak akurat dan mengandung fabrikasi data termasuk penggunaan artificial intelligence (AI).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanggapi Hasto, Abdul Rahman Nilai Sustainabilitas Fiskal Indonesia Aman dan Terkendali
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Rusia Kirim Ratusan Drone-Rudal, Ukraina: Putin Penjahat Perang!
• 5 jam laludetik.com
thumb
IHSG Naik 1,49% Ditopang Laju Saham Konglomerat, CUAN, ENRG hingga BUVA Menguat
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ribuan Pengunjung Padati Indonesia Women Fest 2026, Ghea Indrawari Tutup Acara dengan Meriah
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Aturan Baru DHE SDA Resmi Berlaku, Purbaya Janjikan Insentif Fiskal Ini Bagi Eksportir
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.