Kobaran Api di Gang Sempit Kemayoran saat Malam Tahlilan

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kobaran api yang menghanguskan ratusan bangunan di Kebon Kosong, Kemayoran, Edo tak sempat menyelamatkan harta benda. Yang terpenting baginya malam itu adalah memastikan seluruh keluarganya selamat.

Teriakan warga memecah malam di Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tak lama setelah tahlilan berlangsung, kobaran api mulai terlihat dan menyebar cepat di permukiman padat Kebon Kosong.

Advertisement

BACA JUGA: Kebakaran Kemayoran: 304 Bangunan Hangus, 679 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Di tengah kepanikan itu, Edo (59) bergerak cepat. Ia tidak berpikir untuk menyelamatkan barang berharga atau harta benda yang dimilikinya. Prioritasnya hanya satu, membawa keluarganya ke tempat yang aman.

Namun, waktu berjalan lebih cepat daripada yang ia bayangkan. Dalam hitungan menit, api menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya. Rumah milik Edo dan para tetangganya tak mampu diselamatkan. Bangunan yang sebelumnya berdiri rapat kini berubah menjadi puing-puing yang nyaris rata dengan tanah.

Saat kobaran api semakin membesar, Edo bersama sejumlah warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri. Mereka naik ke area yang lebih tinggi sambil membawa ember berisi air, berharap bisa memperlambat laju api sebelum bantuan datang.

Upaya itu tak banyak membantu. Api bergerak lebih cepat daripada tenaga yang mereka miliki.

"Saya naik-naik sama warga, tapi udah keburu gede apinya," kata Edo saat ditemui Liputan6.com, Selasa (2/6/2026).

Kebakaran tersebut terjadi pada Senin malam sekitar pukul 21.10 WIB. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik.

"Penyebab kebakaran diduga dari korsleting arus listrik," ujar Erlyn.

Berdasarkan keterangan saksi berinisial D yang merupakan pengurus RW 04, api pertama kali diduga muncul dari dua rumah yang berada di belakang lokasi tempat tinggalnya. Salah satu rumah milik warga berinisial DH disebut sebagai titik awal munculnya api.

"Sekitar pukul 21.00 WIB tiba-tiba api muncul dari dua rumah di belakang saksi, lalu langsung membesar," kata Erlyn mengutip keterangan saksi.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan tiga alat pemadam api ringan (APAR) milik Sekretariat RW 04. Namun kobaran api dengan cepat merembet ke bangunan lain yang berdiri rapat di kawasan tersebut.

Data sementara menunjukkan sekitar 250 bangunan semi permanen terdampak kebakaran. Bangunan-bangunan tersebut dihuni sekitar 300 kepala keluarga atau kurang lebih 500 jiwa.

Personel gabungan bersama petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

"Setelah sampai di obyek TKP, Padal beserta anggota mengamankan TKP dan mencari saksi untuk dimintai keterangan," ujar Erlyn.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Bilang Setop Serangan, Netanyahu Ngotot Terus Serang Lebanon
• 5 jam laludetik.com
thumb
Tanda Kamu Mungkin Perlu Dukungan untuk Kesehatan Mental
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jumlah Siswa Terdampak Kebakaran di Kemayoran, Data Sementara: 160 Orang
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Daerah Membangun, Mengapa Warganya Tetap Pergi ke Jakarta?
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Bupati Sebut Sejumlah Halte Transjakarta Akan Dibangun di Bogor
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.