Seskab Teddy Seharusnya Paham Prinsip Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) mempertanyakan pernyataan Seskab Teddy Indra Wijaya yang bilang kelebihan biaya perjalanan luar negeri (LN) Presiden RI Prabowo Subianto ditanggung dana pribadi.

Manajer Hukum, Demokrasi, dan HAM sekaligus Analis Anggaran Seknas FITRA Gulfino Guevarrato mengatakan Presiden dan Seskab ketika pergi ke luar negeri dalam tugas negara.

BACA JUGA: Sebut Seskab Teddy Sengaja Sesatkan Publik, Guntur Romli Kritik Klaim Investasi Kunjungan Prabowo

Artinya, kata Gulfino, ketika Presiden dan Seskab harus menggunakan uang negara yang dikelola secara transparan dan akuntabel.

"Itu yang mana harus melalui proses perencanaan anggaran dahulu," kata dia kepada awak media, Selasa (2/6).

BACA JUGA: Klaim Investasi Rp 2.430 Triliun Hasil Diplomasi Prabowo Disemprot PDIP: Informasi Teddy Menyesatkan!

Fino sapaan Gulfino Guevarrato pun mempertanyakan pernyataan Teddy yang bilang kekurangan dana lawatan luar negeri Kepala Negara ditutupi uang pribadi.

"Harus diluruskan dahulu, maksud kunjungan ke luar negeri yang begitu sering itu apakah tujuannya jalan-jalan, kah," tanya dia.

BACA JUGA: Diaspora Muda Nusantara: Penjelasan Seskab Teddy Tepat, Diplomasi Presiden Prabowo Terbukti Bawa Hasil Nyata

Fino mengatakan sisi akuntabilitas pengelolaan keuangan negara menjadi kabur ketika uang pribadi Presiden RI dipakai untuk kunjungan luar negeri. 

"Seharusnya Teddy paham akan prinsip-prinsip tersebut," katanya.

Fino mengatakan kritik publik terhadap intensitas kunjungan luar negeri Prabowo bukan bertitik pada uang.

Dia mengatakan Indonesia punya sistem yang tidak bisa dilupakan pejabat. Penggunaan uang pribadi untuk urusan pemerintahan tidak lantas dianggap benar.

Dia mengatakan Prabowo ketika hadir ke luar negeri dalam kapasitas sebagai Presiden RI, sehingga wajar disorot publik. 

"Dalam kondisi ekonomi Indonesia yang tidak stabil, kunjungan tersebut perlu dipertanyakan urgensinya. Lebih-lebih, patut dipertanyakan model diplomasi Prabowo ini," ungkapnya. 

Toh, ujar Fino, intensitas tinggi Prabowo berkunjung ke luar negeri tak sejalan dengan semangat efisiensi yang digaungkan sebelumnya.

"Kunjungan luar negeri Prabowo itu seperti menciptakan inkonsistensi semangat efesiensi anggaran yang dia buat melalui Inspres 1 Nomor 2025," katanya. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seskab Teddy Sebut Kelebihan Biaya ke Luar Negeri Ditanggung Pribadi Presiden Prabowo


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bappenas Buka Opsi Insentif untuk OTT Asing yang Buka Kantor di Indonesia
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
King Kobra 4 Meter Masuk Garasi Rumah di Bogor, Damkar Evakuasi
• 21 jam laludetik.com
thumb
Gugat Polda Metro Hentikan Penyidikan Kasus Air Keras, PN Jaksel Kabulkan Sebagian Praperadilan Andrie Yunus
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Gerindra Respek Megawati Negarawan: Bukan Ngomporin Seperti Dino
• 20 jam laludetik.com
thumb
Bahlil Tetapkan Harga Batu Bara Acuan 1 Juni 2026, Kalori Tinggi USD 121,83/Ton
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.