Jakarta: Ancaman kejahatan siber di Indonesia terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), jumlah serangan siber sepanjang 2025 mencapai 5,5 miliar serangan. Angka ini meningkat 7 kali lipat atau naik 714% dibandingkan periode 2020 hingga 2024.
"Tren peningkatan tersebut berlanjut pada awal 2026. Pada periode 1 Januari hingga 15 April 2026, tercatat 1,52 miliar serangan siber," kata Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, dalam keterangan yang dikutip Selasa, 2 Juni 2026.
Baca Juga :
Survei APJII: Kasus Kejahatan Siber di Indonesia MenurunOleh karena itu, Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terus memperkuat sistem keamanan siber nasional. Kantor Staf Kepresidenan juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan ancaman siber dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu.
"Kantor Staf Presiden juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor agar penanganan ancaman siber dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu," tambah Dudung.
Baca Juga :
Tangkal Kejahatan Siber, Polda Riau Hadirkan Program 'RADAR'"Kesadaran perlindungan data pribadi ini harus menjadi perhatian bersama, karena ruang digital saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia," ujar Dudung.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk menjaga ruang digital indonesia agar tetap aman dan produktif, serta menjadikan teknologi sebagai sarana pemersatu dan pendorong kemajuan bangsa.




