TuguRe Ungkap Empat Syarat Sukses Konsolidasi Industri Reasuransi

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Tugu Reasuransi Indonesia atau Tugure mengungkapkan beberapa syarat keberhasilan konsolidasi industri reasuransi. Cara-cara tersebut terbagi menjadi empat poin.

Direktur Operasional Tugure, Erwin Basri mengatakan Danantara kini sedang melakukan kajian terkait industri reasuransi yakni IndonesiaRe, NasRe, dan TuguRe. Untuk TuguRe sendiri, kepemilikannya 50,7% Pertamina/TPI dan Swasta 49,3%.

Syarat pertama adalah rekapitalisasi wajib. Maksudnya, ada suntikan modal segar dari Danantara/pemerintah bukan hanya penggabungan ekuitas. Sebab itu, konsolidasi tanpa rekapitalisasi akan sangat berbahaya.

“Kita bisa meningkatkan ekuitas kita minimal itu di Rp10 triliun untuk bisa bermain di Asia Tenggara. Paling enggak kita bisa bersaing dengan Malaysian Re, Thai Re dan sebagainya,” ujarnya dalam acara BIG Financial Insight di Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Erwin meneruskan, kemungkinan dalam lima tahun ke depan perusahaan-perusahaan reasuransi di Indonesia dapat memperoleh international rating minimal A+.

“Kenapa A+? Karena di lokal sudah ada yang A-. Reasuransi yang sebagaimana harusnya bisa lebih lagi gitu,” ucapnya.

Baca Juga

  • Tugure Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum-Reasuransi Melambat Kuartal I/2026
  • Pertimbangkan Pemegang Saham Swasta, Tugure: Merger ke Reasuransi Danantara Masih Kajian
  • Presdir Tugure Beberkan Kesiapan Hadapi Dinamika Bisnis 2026

Dilanjutkan Erwin, syarat kedua adalah tata kelola profesional. Di poin ini, manajemen harus berbasis kompetensi, bukan penugasan dan direksi serta talent pool juga global.

Syarat ketiga adalah roadmap integrasi 3 tahun. Menurutnya, integrasi sistem, budaya, dan portofolio secara bertahap untuk meminimalisasi gangguan. Keempat adalah target rating international minimum A+ dalam lima tahun ke depan.

Di lain sisi, Erwin pun memaparkan bahwa tantangan dan risikonya adalah merger tanpa rekapitalisasi justru membebani entitas baru, perbedaan  budaya korporat, sistem IT, dan portofolio bisnis yang kompleks.

Kemudian, risiko talent drain, potensi berkurangnya persaingan sehat, inovasi baru terbatas di pasar domestik, hingga pengambilan keputusan memperhitungkan pemegang saham non-pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknik Operasi Indonesia Re sekaligus Wakil Ketua Teknik Reasuransi AAUI Delil Khairat mengatakan ada tiga pilar untuk memperkuat industri asuransi dan reasuransi, yang salah satunya merupakan konsolidasi.

“Jadi cukup besar untuk menahan, cukup kredibel untuk meraih peringkat internasional. Roadmap OJK 2023-2027 mendukung konsolidasi,” sebutnya.

Di sisi lain, Delil turut mengungkapkan industri reasuransi sudah 10-20 tahun stagnan dan bahkan tertinggal dari negara-negara lain seperti Malaysia, Thailand, hingga Vietnam.

“Jadi, situasi kita sampai saat ini masih stagnan, literasi dan inklusi juga masih terbalik berbeda dengan banking. Pertumbuhan premi kita dari tahun ke tahun ada turunan dan kadang kalah dengan inflasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan tantangan pada penguatan kapasitas industri reasuransi domestik adalah retensi domestik rendah, defisit neraca jasa, rupiah melemah, dan klaim serta liabilitas valas mahal.

“Memang navigasinya, kita perlu menerapkan nature hedge, menyesuaikan struktur retensi, instrument hedging, dan evaluasi berkala. Yang paling perlu dilakukan, dan mungkin perlu juga dukungan dari regulator adalah kita membuat skenario, dalam membuat stress testing, dengan kondisi yang memang sangat sulit memetakannya,” tuturnya di tempat yang sama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ledakan Bom Era PD II di Biak Numfor Rusak 12 Bangunan, Termasuk Rumah dan Gereja
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Mereka Mengenang Sosok Ryamizard: Garang-Tegas-Humanis dan Sederhana
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Inggris Kerahkan Drone Pemburu Ranjau ke Selat Hormuz untuk Perkuat Keamanan Pelayaran
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Istana Pastikan Pergantian Pimpinan BGN Tak Ganggu Program MBG
• 2 jam laludetik.com
thumb
Media Italia Ungkap Skema Permainan AC Milan di Bawah Oliver Glasner, Minim Rekrutan Baru dan Andalkan Skuad yang Ada
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.