Jakarta, VIVA – PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus meningkatkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Hal tersebut salah satunya dilakukan dengan menggelar Pertamina Patra Niaga Infrastructure Downstream Experience (Pindex) 2026.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan bahwa Pindex merupakan ajang inovasi rekayasa hilir (engineering downstream), yang mempertemukan pelaku industri, mitra teknologi, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Khususnya untuk melihat lebih dekat perkembangan teknologi, infrastruktur dan inovasi sektor energi hilir dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional.
"Pindex 2026 dihadirkan sebagai ruang kolaborasi dan pertukaran wawasan mengenai masa depan downstream energy Indonesia melalui pendekatan inovasi, teknologi dan engineering excellence," kata Roberth.
Dia juga mengatakan Pindex 2026 menjadi momentum untuk memperlihatkan bagaimana inovasi engineering memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan distribusi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Pindex 2026 merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga untuk terus mendorong inovasi engineering dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," ujarnya.
Melalui forum ini, lanjut Roberth, perusahaan ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan teknologi, inovasi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjawab tantangan energi masa depan. Perusahaan juga akan menghadirkan berbagai inovasi dan pengembangan teknologi downstream yang mencerminkan semangat operational excellence dan transformasi bisnis energi.
Total 73 perusahaan dan merek (brands) akan berpartisipasi dalam gelaran perdana Pindex 2026 dengan total 21 sesi yang menghadirkan para ahli di bidangnya. Perusahaan dan brands itu terdiri atas anak perusahaan dan afiliasi Pertamina Group, perusahaan teknologi industri dan digital, penyedia solusi automasi, instrumentasi dan kontrol, perusahaan EPC (engineering, procurement, and construction), penyedia peralatan dan infrastruktur energi, dan perusahaan konstruksi.
Selain itu, perusahaan pemeliharaan fasilitas industri, penyedia solusi keselamatan, kesehatan kerja, keamanan dan lingkungan (HSSE), perusahaan energi terbarukan dan teknologi keberlanjutan, penyedia solusi logistik dan rantai pasok, perusahaan telekomunikasi dan teknologi informasi, hingga berbagai mitra strategis nasional maupun internasional yang berperan dalam pengembangan infrastruktur hilir energi.
"Sebagai ajang kolaborasi, edukasi dan eksplorasi teknologi dan inovasi, Pindex 2026 terbuka untuk masyarakat umum, pelaku industri, akademisi, komunitas, mahasiswa, serta seluruh stakeholder energi yang ingin melihat lebih dekat perkembangan inovasi engineering di sektor downstream Indonesia," sebut Roberth. (Ant)





