jpnn.com, JAKARTA - National Cheng Kung University Research and Development Foundation (NCKU RDF) Taiwan menggandeng Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.
Keduanya bekerja sama untuk pengembangan talenta dan pelatihan profesional di bidang teknologi masa depan, mulai dari kecerdasan buatan (AI) hingga semikonduktor.
BACA JUGA: Sinar Mas Gelar Literasi Keuangan di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya
Kerja sama tersebut tertuang dalam dokumen yang ditandatangani oleh CEO NCKU RDF, Prof Ju-Ming Wang dan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, pendidikan industri, hingga pelatihan profesional berbasis kebutuhan masa depan.
BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Lewat Program S3, Affandi Affan Mantapkan Maju Jadi Calon Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah
“Kedua belah pihak sepakat untuk mendorong kerja sama dalam pengembangan talenta, pelatihan profesional, dan pendidikan berbasis industri berdasarkan prinsip kesetaraan, timbal balik, dan saling menguntungkan,” demikian isi dokumen kerja sama tersebut.
Kerja sama tersebut akan difokuskan pada sejumlah sektor strategis seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), semikonduktor, keamanan siber, bioteknologi, keberlanjutan, hingga pelatihan bahasa dan teknologi baru lainnya.
BACA JUGA: Pemkot Tangsel Ajak Masjid Memaksimalkan Digital Memperluas Syiar Islam
Melalui platform Talent Development Center milik NCKU RDF, kedua pihak akan mengembangkan program pelatihan bagi universitas dan institusi di bawah naungan Pemuda Muhammadiyah.
“Melalui kerja sama ini, para pihak bertujuan mencetak talenta tingkat menengah hingga tinggi di Indonesia serta memperkuat keterhubungan antara Taiwan dan Indonesia dalam industri masa depan,” tulis dokumen tersebut.
Selain pelatihan daring dan luring, kerja sama juga mencakup pengembangan program sertifikasi, pendidikan berkelanjutan, forum akademik, konferensi, hingga pertukaran institusi.
Kedua pihak juga membuka peluang pembentukan skema dukungan administratif maupun mekanisme berbagi pendapatan untuk program-program tertentu yang dijalankan bersama.
Perjanjian tersebut berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan 22 Mei 2026 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua pihak. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Usung Konsep Modern Beauty, Nrincing Fokus Perluas Pasar di Platform Digital
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




