Misi Terselubung Tentara Israel Menjarah Rumah Warga Lebanon

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

BEIRUT, FAJAR – Serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke Lebanon ternyata memiliki misi tersembunyi. Berdasarkan keterangan sejumlah prajurit cadangan IDF kepada Haaretz, media terkemuka Israel, tujuan tidak resmi tersebut adalah penjarahan dan perusakan.

Aksi penjarahan tersebut terjadi sejak Maret, namun kian hari kian meluas. “Metodenya selalu sama,” kata salah seorang prajurit cadangan Israel kepada Haaretz, media yang dikenal kritis terhadap rezim yang berkuasa di Tel Aviv, seperti dikutip dari Middle East Eye, Selasa, 2 Juni 2026.

Para tentara pertama-tama akan menembaki rumah-rumah untuk memastikan tidak ada pejuang Hizbullah di dalamnya. Setelah yakin aman, tujuan sebenarnya baru dimulai: mencari barang-barang berharga.

Para serdadu Negeri Yahudi itu menjarah karpet, kursi berlengan, sepeda motor, hingga pemanas dari rumah-rumah pribadi. Tak hanya rumah, mereka juga menjarah pertokoan.

“Bahkan sabun cuci tangan di pos terdepan pun berasal dari Lebanon,” ungkapnya.

Barang-barang yang diklaim sebagai rampasan perang itu nantinya akan dibongkar di pos terdepan sebelum kelak dibawa para prajurit ketika mereka pulang. Kabar tentang kelakuan berandal para prajurit Israel itu sudah lama terdengar, tetapi bulan lalu Kepala Staf Angkatan Darat Israel Eyal Zamir membantahnya.

Zamir menekankan, jika terbukti benar, pihaknya akan mengambil tindakan. “Saya tidak mau pasukan kami menjadi pasukan penjarah,” katanya.

Penjarahan tersebut tentu kian memperburuk kondisi di Lebanon. Gempuran Israel sejak Maret lalu, termasuk ketika gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mulai berlaku pada 8 April, telah menewaskan ribuan orang.

Kementerian Kesehatan Lebanon, seperti dikutip Al Jazeera, mencatat 3.412 orang tewas dan 10.269 lainnya terluka hingga kemarin. Sekitar 100.000 warga Lebanon juga telah meninggalkan rumah mereka dalam beberapa hari terakhir, menurut laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Mereka terpaksa mengungsi karena merasa keselamatan mereka terancam. Aksi penjarahan di Lebanon itu, menurut Adam Raz, seorang sejarawan Israel, bukan hal baru. Itu sudah menjadi bagian dari setiap perang yang dijalankan Negeri Yahudi itu.

“Yang baru adalah ketidakpedulian total. Pihak komando senior menutup mata, tindak kriminal terus berlanjut, dan kejahatan mencapai tujuannya,” katanya.

Di sisi lain, kesaksian prajurit tadi kepada Haaretz juga menyebut bahwa memerangi Hizbullah bukanlah selalu tujuan utama IDF. Kepada Haaretz, seorang prajurit cadangan lainnya mengatakan, misi utama militer di Lebanon selatan adalah penghancuran bangunan dan infrastruktur.

Trump Marah

Mulai dari rumah, sekolah, hingga klinik. Eskalasi serangan Israel ke Lebanon ini sontak membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump geram. Hal itu terjadi di tengah proses negosiasi antara AS dan Iran.

Apalagi Iran sudah menyatakan, gencatan senjata yang disepakati bersama AS berlaku juga untuk Lebanon. Jika serangan Israel tak berhenti, Teheran menganggapnya sebagai pelanggaran kesepakatan.

“Anda benar-benar gila. Apa yang Anda lakukan?” ujar Trump saat menelepon Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Senin, 1 Juni 2026, menurut dua pejabat AS dan sumber ketiga kepada Axios.

Trump mengaku juga menelepon Hizbullah, kelompok yang berbasis di Lebanon dan terafiliasi dengan Iran. Dia mengklaim, kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan pertempuran.

“Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan,” paparnya.

Sebelumnya, Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan dialog dengan mediator terkait negosiasi gencatan senjata Iran-AS. Langkah ini merupakan bentuk protes atas perluasan serangan Israel di Lebanon, khususnya terhadap Hizbullah.

Sayangnya, setelah pengumuman Trump tersebut, perang masih berlanjut. Kedua belah pihak masih saling serang hingga Selasa pagi. Dalam sebuah pernyataan di X, Netanyahu bahkan mengatakan bahwa ia telah memberi tahu Trump jika Israel akan tetap menyerang Beirut apabila Hizbullah tidak berhenti menyerang mereka.

Sementara itu, Iran pun telah mengeluarkan peringatan keras bahwa serangan Israel ke Lebanon dan Gaza bisa menggagalkan negosiasi yang sedang berlangsung dengan AS.

“Pelanggaran di satu lini merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata di semua lini. AS dan Israel bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap pelanggaran,” katanya. (mia/ttg/jpg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gaya Main John Herdman di Timnas Indonesia Buat FIFA Matchday Terungkap, Garuda Tiru Filosofi Shin Tae-yong: Kuat dalam Bertahan
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Ide Sarapan Kaya Sayuran yang Bikin Berenergi Seharian
• 12 jam lalubeautynesia.id
thumb
Aspirasi Publik di Balik Pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
PMI Surabaya Minta Warga Waspadai Panas Ekstrem, Hindari Aktivitas Luar Ruangan di Atas 11.00 WIB
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Saat Kolonel Didin Diminta Menghadap Prabowo…
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.