Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya meminta warga mewaspadai panas esktrem dengan menghindari aktivitas di luar ruangan di atas pukul 11.00 WIB sampai sore hari.
Pungky Sugiarto Kepala Sub Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Surabaya menyebut, hasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda ada beberapa area yang terpapar panas ekstrem.
“Ada beberapa titik, paling panas ini memang di pesisir ya, Surabaya Utara dan Surabaya Timur,” ungkapnya saat ditemui di sela peringatan Heat Action Day di Kantor Kelurahan Pakis Kecamatan Sawahan, Selasa (2/6/2026).
Untuk itu, PMI Surabaya didukung Palang Merah Amerika meluncurkan proyek peningkatan ketangguhan masyarakat di Surabaya.
“Sasarannya ibu-ibu, ibu hamil, ibu rumah tangga dan juga lansia di mana mereka ini juga perlu ada aktivitas di luar rumah. Nah, sampai kapan? aktivitas di luar rumah itu. Nah, itu adalah kegiatan kami menghimbau supaya tahu kapan bisa beraktivitas di luar. Dan juga apabila terpapar panas, nah itu harus menggunakan topi dan payung,” bebernya.
Ia mengimbau warga menghindari terik siang hari dengan beraktivitas di luar ruangan maksimal pukul 11.00 WIB kemudian berlindung di dalam ruangan atau rumah.
Selain itu, harus meningkatkan kekuatan tubuh dengan memastikan hidrasi cukup.
“Jadi jangan sampai tubuh ini dehidrasi ya karena sangat cepat sekali akan lemas ya, bisa mengalami heatstroke ya, sengatan panas,” ungkapnya lagi. (lta/ham)




