Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Sepekan, Pasar Menanti Keputusan Iran atas Proposal AS

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak naik sekitar 1 persen ke level tertinggi dalam sepekan pada Selasa (2/6/2026), seiring pasar menunggu perkembangan terbaru terkait perang Iran.

Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Sepekan, Pasar Menanti Keputusan Iran atas Proposal AS. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak naik sekitar 1 persen ke level tertinggi dalam sepekan pada Selasa (2/6/2026), seiring pasar menunggu perkembangan terbaru terkait perang Iran dan proses peninjauan proposal kesepakatan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik.

Kontrak berjangka (futures) Brent meningkat 1,1 persen dan ditutup di USD96,00 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 1,7 persen menjadi USD93,76 per barel.

Baca Juga:
Genjot Ekspansi, Petrindo (CUAN) Kejar Target Masuk Enam Besar Produsen Batu Bara Nasional

Penutupan tersebut menjadi yang tertinggi bagi kedua acuan harga minyak sejak 26 Mei.

Media Iran melaporkan Teheran tengah mengkaji proposal kesepakatan dengan AS untuk menghentikan perang, meski belum berkomunikasi dengan Washington selama beberapa hari terakhir.

Baca Juga:
CLEO Raih Penjualan Rp774 Miliar, Andalkan Ekspansi untuk Dorong Pertumbuhan

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi terus berlangsung tanpa henti.

Lebih dari tiga bulan setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, konflik masih berada dalam kebuntuan.

Gencatan senjata yang rapuh masih berlaku, sementara Selat Hormuz yang strategis sebagian besar masih tertutup bagi lalu lintas maritim.

Sejak perang dimulai, Iran secara efektif menghentikan sebagian besar pelayaran non-Iran yang keluar masuk Teluk Persia.

Kondisi ini menghambat sekitar seperlima arus perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) global serta mendorong harga energi melonjak lebih dari 50 persen. AS juga tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Analis dari firma konsultan energi Ritterbusch and Associates mengatakan pasar minyak masih bergerak liar di tengah pernyataan yang saling bertentangan dari Gedung Putih dan Iran, serta perbedaan pandangan antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

“Masih banyak faktor yang bergerak dalam drama ini. Namun pada akhirnya, pembukaan kembali Selat Hormuz secara signifikan tampaknya belum lebih dekat dibandingkan beberapa bulan lalu,” tulis Ritterbusch dalam catatannya, seperti dikutip Reuters.

Trump pada Senin mengatakan negosiasi masih berlanjut dan kesepakatan diperkirakan tercapai dalam sepekan ke depan untuk memperpanjang gencatan senjata yang disepakati pada April serta membuka kembali Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Iran telah bersedia membahas beberapa aspek program nuklirnya yang sebelumnya tidak ingin dinegosiasikan. Namun, ia menegaskan hal itu belum menjamin tercapainya kesepakatan.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, mengutip sumber yang menyebutkan pertukaran pesan terkait kemungkinan kesepakatan atau nota kesepahaman telah terhenti beberapa hari terakhir. Pesan terakhir yang disampaikan Teheran disebut sebagai “pesan tegas” terkait Lebanon. Iran menuntut penghentian operasi militer Israel terhadap sekutunya, Hezbollah.

Israel pada Selasa tetap melanjutkan serangan ke wilayah selatan Lebanon dalam kampanyenya melawan Hezbollah.

Serangan itu berlangsung sehari setelah Trump meminta Netanyahu untuk tidak menyerang Beirut guna mencegah eskalasi lebih lanjut dalam perang yang telah berlangsung tiga bulan.

Sementara itu, Kepala Divisi Industri dan Pasar Minyak di badan energi internasional International Energy Agency (IEA) memperingatkan bahwa persediaan minyak global dapat mencapai level kritis menjelang puncak permintaan musim panas jika penarikan stok berlanjut dengan laju saat ini.

Pelaku pasar minyak di AS juga menanti laporan persediaan mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan terbit pada Selasa waktu setempat, serta laporan resmi dari Energy Information Administration (EIA) pada Rabu. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rizky Ridho Jadi Kapten Timnas Indonesia vs Oman, Herdman: Para Pemain yang Memilih
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Kampus PNJ Mencekam, 2 Mahasiswa Diduga Sesama Jenis Diarak Usai Berbuat Asusila
• 15 jam laludisway.id
thumb
Kantor BGN Digeledah Kejagung, Istana Serahkan Proses ke Aparat Penegak Hukum
• 1 jam laludetik.com
thumb
Layvin Kurzawa Resmi Tinggalkan Persib Bandung, Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Bobotoh
• 9 jam lalueranasional.com
thumb
Harga Timah Melonjak 34 Persen, Dorong Percepatan Hilirisasi Nasional
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.