Harga emas dunia stabil pada Selasa (2/6/2026) seiring pelaku pasar mencermati perkembangan di Timur Tengah.
IDXChannel - Harga emas dunia stabil pada Selasa (2/6/2026) seiring pelaku pasar mencermati perkembangan di Timur Tengah dan menantikan sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) untuk menilai dampaknya terhadap arah kebijakan moneter.
Emas spot nyaris tidak berubah di USD4.487,96 per troy ons, setelah sempat turun hingga 2 persen pada Senin.
Analis pasar Forex.com Fawad Razaqzada mengatakan arah pergerakan emas saat ini sangat bergantung pada harga minyak, imbal hasil obligasi, dan dolar AS, yang semuanya terkait dengan situasi di Timur Tengah.
“Bagi saya untuk kembali bullish terhadap emas, kita perlu melihat setidaknya momentum kenaikan yang baru yang menunjukkan pembeli mulai kembali masuk. Saat ini pasar tampak tanpa arah yang jelas, dengan pelaku pasar sebagian besar menunggu petunjuk, terutama dari Timur Tengah,” ujarnya, dikutip Reuters.
Media Iran melaporkan Teheran sedang meninjau proposal kesepakatan dengan AS untuk menghentikan perang, meski belum berkomunikasi dengan Washington selama beberapa hari terakhir.
Laporan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi masih berlangsung.
Sejak konflik dimulai, emas berada di bawah tekanan karena lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi.
Meski emas kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Pasar juga menanti sejumlah data ekonomi penting pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan ADP pada Rabu dan laporan ketenagakerjaan resmi AS pada Jumat.
Data tersebut akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai langkah kebijakan berikutnya dari Federal Reserve (The Fed).
Data terbaru menunjukkan lowongan pekerjaan di AS meningkat lebih besar dari perkiraan pada April, meskipun aktivitas perekrutan menurun akibat ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi.
Sementara itu, Commerzbank memperkirakan harga emas mencapai USD4.800 per troy ons pada akhir tahun ini, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar USD5.000.
Bank tersebut tetap mempertahankan proyeksi harga emas di USD5.200 per troy ons pada akhir 2027 dan menilai faktor-faktor struktural yang mendukung logam mulia itu masih tetap kuat.
“Selain revisi turun proyeksi harga emas, permintaan industri yang lebih lemah untuk perak juga mengindikasikan harga perak yang sedikit lebih rendah,” tulis Commerzbank.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,5 persen menjadi USD75,17 per ons. Platinum menguat 0,5 persen menjadi USD1.933,07 per ons, sedangkan paladium bertambah 0,6 persen menjadi USD1.370,16 per ons. (Aldo Fernando)





