Pembelaan dan Kekecewaan Nadiem Makarim

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Dalam sidang yang turut dihadiri keluarga, pendukung, serta sejumlah tokoh publik itu, Nadiem tampil mengenakan jaket ojek online generasi pertama. Ia didampingi sang istri, Franka Franklin, dan sempat memeluk kedua orang tuanya sebelum duduk di kursi terdakwa.

Advertisement

BACA JUGA: Nadiem Singgung Jeruji Besi di Sidang: Negara Sekejam Ini?

Melalui pleidoinya, Nadiem membantah berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan tidak pernah mengarahkan bawahannya untuk memilih Chromebook maupun bersekongkol dalam proyek pengadaan tersebut.

"Bukti terkuat adalah chat pribadi saya dengan Ibam pada Agustus 2020, dua bulan setelah tim teknis memutuskan Chrome OS," kata Nadiem.

Menurut dia, percakapan tersebut justru menunjukkan dirinya meminta agar opsi Windows turut dipertimbangkan.

"Ya ini fakta. Saya berkomentar di dalam chat tersebut, lebih baik semua sekolah dapat laptop daripada semuanya harus Chromebook. Alhamdulillah semua bukti chat ini terekam," ujarnya.

Nadiem juga mempertanyakan tuduhan persekongkolan yang didakwakan jaksa. Menurutnya, tidak ada bukti komunikasi maupun kesepakatan dengan para terdakwa lain.

"Dalam dakwaan, saya dituduh bersekongkol dengan terdakwa lain untuk meloloskan spesifikasi Chrome OS, di mana bukti persekongkolan ini? Kedua terdakwa Mulyatshah dan Sri Wahyuningsih adalah direktur, dua level dibawah menteri, saya tidak mengenal mereka," kata Nadiem.

Ia turut membela mantan konsultan Kemendikbudristek, Ibrahim Arief alias Ibam, yang divonis empat tahun penjara. Nadiem menyoroti adanya dissenting opinion dari dua hakim yang menyatakan Ibam seharusnya dibebaskan.

"Karena beliau (Ibam) tidak salah. Tidak melakukan kesalahan apapun, dissenting itu adalah sinyal keras kepada masyarakat bahwa tolong kasus ini diperhatikan, tolong dicek lagi kasus ini kebenarannya," ujar Nadiem.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berkaca kepada Narasi Baru Arab Saudi: Loncatan Sejarah Menuju Masa Depan
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Orang Indonesia Ini Dipercaya Jabat Global Market Expansion Director VinFast
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Diperiksa Terkait Korupsi Kuota Haji, Kubu Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Anugerah Satyalancana Wirakarya Sektor Maritim, Kemendagri Bocorkan Tahapan Seleksi Ketat
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
BEI Tambah 2 Emiten ke Daftar Saham yang Dikuasai Sedikit Investor
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.