Pantau - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengajak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut memperkuat kolaborasi dan melakukan intervensi terpusat dalam pemberantasan narkoba guna menekan tingginya angka penyalahgunaan narkotika di daerah tersebut.
Pemprov Sumut Siap Dukung Pemberantasan NarkobaBobby Nasution menyampaikan komitmen tersebut saat menerima Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (2/6).
"Pertemuan ini, saya ingin adanya kolaborasi kuat dalam penuntasan narkoba. Saya minta kita lakukan intervensi secara terpusat," ungkap Bobby.
Menurut Bobby, pemberantasan narkoba perlu difokuskan pada sejumlah wilayah yang menjadi pintu masuk utama dan pusat peredaran narkotika di Sumatera Utara.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyatakan siap mendukung dari sisi anggaran agar penanganan narkoba dapat dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
"Narkoba kini semakin mudah diakses karena harganya makin terjangkau, dan telah menyasar usia muda," ujar Bobby.
Selain penindakan, Pemprov Sumut berupaya memperbanyak kegiatan positif bagi masyarakat di daerah rawan narkoba serta memperkuat edukasi tentang bahaya narkotika.
Bobby juga meminta BNNP Sumut menyusun program konkret yang dapat segera dijalankan bersama pemerintah daerah.
"Kita minta program konkret dari BNNP. Mengenai anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya membantu. Kita harus serius agar Sumut benar-benar terbebas dari narkoba,” tegas Bobby.
Sumut Masih Peringkat Pertama Pengguna NarkobaKepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho mengungkapkan Sumatera Utara saat ini masih menempati peringkat pertama nasional dalam jumlah pengguna narkoba.
"Dari sekitar 15 juta total penduduk Sumut, terdapat 10 persen menjadi pengguna narkoba. Tingkat penyebarannya pun belakangan ini sudah merambah hingga ke desa-desa,” ungkap Tatar.
Ia menjelaskan tingginya angka penyalahgunaan narkoba dipengaruhi kondisi geografis Sumatera Utara yang menjadi jalur utama masuknya narkotika.
Menurut Tatar, penyalahgunaan narkoba pada 2025 masih didominasi kelompok usia produktif 15 hingga 45 tahun.
"Tapi kini trennya mulai merambah anak-anak usia sekolah," paparnya.
Data Polda Sumut mencatat pengungkapan sabu-sabu sepanjang 2025 mencapai 1,6 ton atau meningkat sekitar 0,4 ton dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1,2 ton.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, BNNP Sumut tetap memfokuskan upaya pemberantasan pada pintu masuk utama serta wilayah pedesaan yang mulai menjadi sasaran peredaran narkoba.
"Kami sangat mengapresiasi sambutan Bapak Gubernur. Kami berharap momentum audiensi ini dapat memperkuat kolaborasi nyata dengan Pemprov Sumut guna menyelamatkan generasi bangsa,” kata Tatar.




