Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan 100 paket school kit berupa tas, seragam merah putih, hingga perlengkapan sekolah beserta layanan trauma healing kepada para murid penyintas bencana kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan setiap murid yang rumahnya terdampak peristiwa kebakaran pada beberapa hari lalu tersebut akan mendapatkan paket school kit hingga layanan trauma healing yang saat ini pendataannya masih terus berjalan.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan santunan kepada anak-anak yang terdampak oleh musibah kebakaran, tidak hanya di SDN Kebon Kosong 09, tapi juga semua anak yang terdampak. Ini hanya baru satu yang kami kunjungi,” kata Mendikdasmen Mu'ti usai memberikan bantuan secara simbolik di SDN Kebon Kosong 09 Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu pagi.
Untuk pemberian layanan trauma healing bagi para murid terdampak, pihaknya telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) yang kini tengah melakukan asesmen awal untuk mendata sekaligus memetakan dukungan psikososial maupun trauma healing yang harus diberikan kepada para murid.
Selain para murid, ia menambahkan Kemendikdasmen juga memberikan santunan sebesar masing-masing Rp10 juta kepada dua orang guru dan satu penjaga sekolah yang terdampak kebakaran di wilayah tersebut.
Baca juga: Kemendikdasmen siap umumkan hasil Asesmen Nasional pada Oktober
Sementara terkait kegiatan belajar mengajar, Mu'ti memastikan peristiwa bencana kebakaran tersebut tidak akan mengganggu apalagi sampai menghilangkan kesempatan belajar para murid yang bersekolah dekat dengan lokasi kebakaran.
Adapun para murid yang terdampak bencana kebakaran, kata dia, memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian susulan mengingat saat ini tengah berlangsung ujian akhir semester.
“Kemudian terkait dengan kegiatan belajar mengajar, anak-anak itu bisa belajar sebagaimana mestinya, yang sekarang sebagian sedang melakukan tes akhir semester. Dan yang mungkin karena kondisi tertentu tidak bisa mengikuti juga nanti diberi kesempatan untuk mengikuti tes susulan oleh masing-masing sekolah,” kata Mu'ti.
Sebelumnya pada Senin malam (1/6), Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Kemayoran Gempol, RT 02/RW 05, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam.
Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan personel dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan Brimob diterjunkan untuk membantu penyelamatan warga, mengamankan barang yang masih bisa diselamatkan, serta mendukung kelancaran proses pemadaman.
Menurut Reynold, kawasan yang terbakar merupakan permukiman padat penduduk dengan jumlah penghuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga (KK). Informasi tersebut diperoleh dari pengurus RW setempat.
"Di sini memang padat penduduk di RW 04 Kelurahan Kebon Kosong ini dan tadi kami berbicara dengan ketua RW yang menyampaikan memang kurang lebih ada 400 sampai 500 KK," kata dia.
Baca juga: Kemendikdasmen prioritaskan pembangunan sekolah baru di daerah 3T
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan setiap murid yang rumahnya terdampak peristiwa kebakaran pada beberapa hari lalu tersebut akan mendapatkan paket school kit hingga layanan trauma healing yang saat ini pendataannya masih terus berjalan.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan santunan kepada anak-anak yang terdampak oleh musibah kebakaran, tidak hanya di SDN Kebon Kosong 09, tapi juga semua anak yang terdampak. Ini hanya baru satu yang kami kunjungi,” kata Mendikdasmen Mu'ti usai memberikan bantuan secara simbolik di SDN Kebon Kosong 09 Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu pagi.
Untuk pemberian layanan trauma healing bagi para murid terdampak, pihaknya telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) yang kini tengah melakukan asesmen awal untuk mendata sekaligus memetakan dukungan psikososial maupun trauma healing yang harus diberikan kepada para murid.
Selain para murid, ia menambahkan Kemendikdasmen juga memberikan santunan sebesar masing-masing Rp10 juta kepada dua orang guru dan satu penjaga sekolah yang terdampak kebakaran di wilayah tersebut.
Baca juga: Kemendikdasmen siap umumkan hasil Asesmen Nasional pada Oktober
Sementara terkait kegiatan belajar mengajar, Mu'ti memastikan peristiwa bencana kebakaran tersebut tidak akan mengganggu apalagi sampai menghilangkan kesempatan belajar para murid yang bersekolah dekat dengan lokasi kebakaran.
Adapun para murid yang terdampak bencana kebakaran, kata dia, memiliki kesempatan untuk mengikuti ujian susulan mengingat saat ini tengah berlangsung ujian akhir semester.
“Kemudian terkait dengan kegiatan belajar mengajar, anak-anak itu bisa belajar sebagaimana mestinya, yang sekarang sebagian sedang melakukan tes akhir semester. Dan yang mungkin karena kondisi tertentu tidak bisa mengikuti juga nanti diberi kesempatan untuk mengikuti tes susulan oleh masing-masing sekolah,” kata Mu'ti.
Sebelumnya pada Senin malam (1/6), Kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Kemayoran Gempol, RT 02/RW 05, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam.
Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengatakan personel dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan Brimob diterjunkan untuk membantu penyelamatan warga, mengamankan barang yang masih bisa diselamatkan, serta mendukung kelancaran proses pemadaman.
Menurut Reynold, kawasan yang terbakar merupakan permukiman padat penduduk dengan jumlah penghuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga (KK). Informasi tersebut diperoleh dari pengurus RW setempat.
"Di sini memang padat penduduk di RW 04 Kelurahan Kebon Kosong ini dan tadi kami berbicara dengan ketua RW yang menyampaikan memang kurang lebih ada 400 sampai 500 KK," kata dia.
Baca juga: Kemendikdasmen prioritaskan pembangunan sekolah baru di daerah 3T





