Benarkah Telur Dadar Tidak Baik untuk Anak? Dokter Gizi Beri Penjelasan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Moms, telur menjadi salah satu sumber protein hewani yang praktis, mudah diolah, dan umumnya disukai anak-anak. Namun belakangan, muncul anggapan bahwa telur dadar tidak baik untuk anak. Ada yang menyebut proses pengocokan telur saat mentah tidak baik, ada juga yang mempermasalahkan cara penggorengannya.

Lalu, apakah benar telur dadar sebaiknya dihindari anak? Yuk simak penjelasan ahli di sini, Moms.

Anak Tetap Boleh Makan Telur Dadar

Menanggapi hal tersebut, dokter spesialis gizi, dr. Jovita Amelia, Sp.GK, mengatakan bahwa anak tetap boleh makan telur dadar namun ada hal yang perlu diperhatikan saat memasaknya.

"Kandungan protein telur tetap terjaga meski diolah menjadi telur dadar. Yang tidak dianjurkan adalah telur yang digoreng dengan cara deep fried karena beberapa vitamin dan omega-3 dalam telur bisa rusak jika terkena panas terlalu tinggi," jelas dr. Jovita.

Telur merupakan salah satu sumber protein yang sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, berbagai metode pengolahan telur sebenarnya tetap bisa menjadi pilihan menu sehari-hari.

Anak boleh mengonsumsi telur dalam berbagai bentuk, seperti:

Yang terpenting, telur dimasak dengan benar dan matang sempurna agar aman dikonsumsi anak.

Cara Memasak Telur agar Nutrisinya Tetap Terjaga

Meski makan telur dadar tidak menjadi masalah, cara memasaknya tetap perlu diperhatikan. Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak sebagian vitamin dan kandungan omega-3 yang terdapat dalam telur.

Agar kandungan gizinya tetap optimal, Anda bisa menerapkan beberapa hal berikut:

  1. Gunakan api kecil hingga sedang saat memasak.

  2. Hindari menggoreng telur dengan suhu terlalu tinggi atau metode deep fried.

  3. Pastikan telur matang sempurna untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri.

Jadi, bukan telur dadarnya yang menjadi masalah, melainkan teknik memasaknya. Dengan suhu yang tidak terlalu tinggi dan tingkat kematangan yang pas, telur dadar tetap bisa menjadi menu bergizi untuk mendukung tumbuh kembang si kecil, Moms.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Ibu-ibu di Ende Bangkit dari KDRT Berkat Program ATENSI Kemensos
• 11 jam laludetik.com
thumb
RI Impor 20,9 Ribu Ton Sapi Hidup Senilai USD 76 Juta pada April 2026
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Resmi! Bruno Moreira Pamit dari Persebaya Surabaya, Pilih Lanjutkan Karier di Luar Indonesia
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Profil Lodewyk Pusung, Eks Pangdam yang Dicopot dari Wakil Kepala BGN
• 16 jam lalukompas.com
thumb
MBG di Indonesia Belum Tentu Dinilai Berhasil Meski Anggarannya Jumbo, Ini Ukuran Suksesnya Kata DPR
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.