HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebanyak 20 ruas jalan rusak segera dikerja. Semuanya telah memiliki pemenang tender.
PENGERJAANNYA akan segera berlangsung. Hal ini sekaligus menjadi kabar gembira di tengah impitan ekonomi akibat krisis geopolitik yang berdampak ke multisektor.
Di antara 20 ruas jalan rusak itu, poros batas BTP (Makassar)-Moncongloe akan menjadi prirotas pengerjaan pada tahap awal. Diketahui, ruas jalan poros Moncongloe merupakan salah satu ruas yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.
Kondisinya sangat memprihatinkan, sebab genangan air “abadi” mengubang berkilometer panjangnya. Terparah sekitar depan SPBUb 7490517 Moncongloe.
Kondisi jalannya berlubang dan drainase yang amat buruk, hingga banjir dengan volume tinggi rutin mengganggu mobilitas masyarakat dari dan ke Makassar. Kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Kini, akhirnya masyarakat sudah mulai lega. Ruas poros Moncongloe bakal dikerjakan mulai tahun ini. Status proyek ini “tender sudah selesai” dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).
SPSE merupakan aplikasi dikembangkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) memfasilitasi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara digital.
“Paket 6 baru saja berkontrak, dengan nilai kontrak Rp239 miliar,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Ihsan, kemarin.
Pemenang lelang PT Makassar Indah Graha Sarana, beralamat di Jl Yos Sudarso No 225 B Makassar. Harga penawaran Rp239.738.341.298,27 atau Rp239 miliar. Khusus Moncongloe, alokasinya anggarannya diperkirakan Rp12 miliar.
Terdapat 20 ruas jalan yang bakal terakomodasi dalam paket 6. Lokasi pengerjaannya tersebar di Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Palopo, Pinrang, Tana Toraja, Jeneponto, Bantaeng, Makassar, dan Maros.
Saat ini, BMBK dan pemenang lelang telah menyiapkan perencanaan sebelum memulai konstruksi. Ruas jalan poros Moncongloe jadi prioritas dikerjakan dari 20 ruas jalan ini.
Nama jalurnya Batas Kota Makassar-Pamanjengan-Benteng Gajah sepanjang 9,37 km. Ruas jalan tersebut masih tergenang air. Lubang memperburuk kondisi ruas jalan.
Tepat depan SPBU Pertamina, ruas jalan memang sudah ditangani sementara. Tampak paving block sedikit menyelamatkan perjalanan pengendara. Namun setelah melewati pintu SPBU, jalan kembali rusak parah.
Pengendara harus ekstra hati-hati, terlebih roda dua yang kerap terjebak di lubang yang cukup dalam. “Itu skala prioritas paling urgen menurut kami. Moncongloe itu prioritas utama,” kata Ihsan.
Pemprov sudah memiliki rencana penanganan ruas jalan Moncongloe. Mulai dari perbaikan drainase, peningkatan kualitas jalan, hingga memperlebar ruas jalan.
“Kita sudah bahas perencanaannya. Itu, kan, daerah cekungan, jadi kalau hujan banyak genangan. Nanti perbaikan drainase, elevasinya dibenahi. Dimensinya diperbesar. Peningkatan struktur jalan, dulunya aspal, kita akan rigid,” ulas Ihsan.
Masalah Truk
Pemprov juga akan segera menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros. Pertemuan itu bakal membahas terkait kebijakan terhadap kendaraan berat atau truk.
Ruas Poros Pammanjengan memang selama ini jadi akses utama truk melintas. Umumnya membawa material galian C seperti pasir, kerikil, atau batu sungai. Lalu lintas truk di ruas jalan ini harus menjadi perhatian dan diatur dalam regulasi.
“Harus dipahami kondisi jalan apapun rigid ataupun apa, kalau yang jalani tonasenya lebih, jalan itu pasti rusak. Anggaplah kapasitas jalan tonase 8 ton, kemudian truk 10 ton lewat sekali atau dua kali okelah. Tapi kalau tiap hari, rusak juga. Ini harus didiskusikan bersama dengan Pemerintah Maros untuk pembatasan tonase yang lewat itu,” tegas Ihsan.
Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid menyebut bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menggelar rapat kerja bersama Dinas BMBK Sulsel guna membahas mekanisme pengerjaan paket 6. Utamanya ruas poros Moncongloe yang selama ini menjadi sorotan akibat kondisinya yang sangat buruk.
“Nanti kita akan rapatkan dulu apakah akan mengerjakan drainase dulu atau jalannya dulu,” ucap politisi Golkar itu.
Respons Warga:
Drainase Juga Urgen
Di antara semua jalan di paket 6, Poros Moncongloe memiliki masalah yang lebih kompleks. Selain jalan rusak, drainase pun tak terhubung, bahkan cenderung tak mengalir lantaran dalam di bagian tengah.
Posisi SPBU Moncongle yang menjadi episentrum macet, rusak, dan banjir parah, berada di elevasi rendah. Sementara kedua ujungnya berada di elevasi lebih tinggi. Hal ini yang membuat air “terjebak” di kawasan SPBU.
Abd Haris, warga Dusun Pammanjengan, Desa Moncongloe, Kecamatan Monconngloe, mengapresiasi rencana pemerintah yang akan mengerjakan Poros BTP-Moncongloe. Hanya saja, sejumlah catatan mesti diperhatikan pemerintah sebelum mengerjakan proyek.
“Harapan kami agar elevasi drainase di sisi kiri dan kanan jalan benar-benar diperhatikan juga sampai air mengalir ke drainase induk dan ke sungai,” usul Haris.
Selama ini, setiap musim hujan, kawasan itu tergenang banjir lantaran air tak mengalir akibat disfungsi drainase. Berkali-kali warga sekitar tergenang karena mampatnya saluran pembuangan yang juga memicu kerusakan jalan parah.
“Dengan elevasi drainase yang baik, maka genangan di jalan raya dan area pemukiman warga akan diminimalisir,” sambungnya.
Warga pun berharap pengerjaannya bisa segera berjalan. Apalagi, mereka kerap waswas tiap hujan deras datang karena pengalaman mengungsi akibat banjir telah berkali-kali mereka lalui.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan proyek perbaikan jalan ini berjalan dengan lancar tanpa kendala dan berjalan sesuai planning,” kata Haris mengapresiasi.
Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Bumi Findaria Mas 1 (IK-BFM 1) Andi Safril menyampaikan harapan serupa. Rencana perbaikan jalan Poros Pammanjengan telah berkali-kali dia dengar, namun tak kunjung ada hasil, meski sudah ada perbaikan minor April lalu.
“Intinya semoga cepat dikerjakan oleh pemerintah,” pinta pengusaha ekspedisi laut itu.
Warga Moncongloe lainnya, Muh Nuryamin, mengaku telah melihat alat berat di sekitar lokasi proyek. Dia menaruh harapan besar agar pengerjaan bisa berjalan cepat lantaran warga telah lama menderita.
Selain genangan parah kala hujan, debu juga sangat menganggu kala kemarau. Belum lagi lubang jalan yang tertutup genangan terjadi sepanjang waktu, sehingga membahayakan pengendara.
“Mungkin tidak lama lagi jalanan Moncongloe dikerjakan karena alat sudah terparkir depan gerbang perumahan,” kata Nuryamin. (uca/zuk)
PROYEK JALAN
PEMPROV SULSEL
Jalur BTP-Moncongloe
-Pengerjaan jalan
-Memperlebar ruas
(saat ini pas-pasan dua jalur berlawanan)
-Pembuatan drainase
(Moncongloe selalu langganan genangan)
Kondisi Pammanjengan
-Ada genangan “abadi”
-Saat musim hujan, jalanan terendam, menghambat arus lalu lintas
-Selalu macet parah
-Simpang SPBU titik terparah
Total Anggaran 20 Proyek
-Rp239 M
Rincian 20 Ruas Jalan Paket 6
- Bts Toraja Utara–Pantilang–Bua (3 km)
- Tedong Bonga–Buntao–Bts Luwu (25,96 km)
- Pantilang–Bonglo–Bts Kota Palopo (17,43 km)
- Bts Luwu–Latuppa (5,17 km)
- Jl. Samiun (0,25 km)
- Jl. Opu Tosappaile (1,35 km)
- Jl. Pong Simpin (4,82 km)
- Rantepao–Sa’dan–Bts Luwu (19,05 km)
- Bts Toraja Utara–Sangkaropi–Batusitanduk (3,00 km)
- Tuppu–Pao-Pamulungan–Bts Tana Toraja (2,00 km)
- Passobo–Matangli–Masuppu (2,70 km)
- Masuppu–Bts Pinrang (3,00 km)
- Batupapan–Bandara Pongtiku–Bts Toraja Utara (9,02 km)
- Bts Tana Toraja (Madandan)–Alang-alang–Rantepao (12,85 km)
- Rantepao–Pangala–Baruppu–Bts Sulbar (3,00 km)
- Boro–Bts Bantaeng (Loka) (6,67 km)
- Bts Jeneponto (Loka)–Sinoa–Bantaeng (18,74 km)
- Parangloe–Tamalanrea Raya–Bts Maros (6,27 km)
- Bts Kota Makassar-Pamanjengan-Benteng Gajah (9,37 km)
- Jalan Jenderal Sudirman & Jalan Dr Ratulangi (3,84 km)
Data: uca





