Jejak Panjang Sejarah Rumah Si Pitung, dari Kisah Perampokan hingga Cagar Budaya

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di pesisir Marunda Pulo, Cilincing, Jakarta Utara, terdapat cagar budaya berupa bangunan kayu megah bernama Rumah Si Pitung yang dibangun pada abad ke 20-an.

Rumah Si Pitung resmi ditetapkan menjadi cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 1993.

Proses penetapan Rumah Si Pitung menjadi cagar budaya tentu saja melalui tahapan yang panjang dan tak mudah.

Pitung merupakan sosok legendaris Betawi yang dikenal kerap kali membantu masyarakat dalam melawan ketidakadilan pemerintah Kolonial Belanda di tahun tersebut.

Baca juga: Pengalaman ke Rumah Si Pitung, Tempat Sembunyi Sang Legenda Betawi

Tak jarang pula masyarakat menyamakan Pitung dengan tokoh legendaris dalam cerita rakyat Inggris bernama Robin Hood.

Di mana keduanya sama-sama sering membantu masyarakat kecil dengan cara mencuri harta kekayaan saudagar kaya, kemudian dibagikan ke orang-orang yang membutuhkan.

Kisah perampokan

Mengutip dari buku berjudul 'Mengenal Rumah Si Pitung' yang diterbitkan oleh Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Tahun 2022, cagar budaya tersebut merupakan salah satu dari beberapa rumah panggung Betawi yang tersisa di daerah Marunda.

Rumah Si Pitung terletak di daerah pinggir Batavia yang disebut Ommeladen, daerah yang dulunya memang banyak ditempati oleh masyarakat dari luar Jakarta, seperti Bugis, Melayu, Ambon, dan lainnya.

Baca juga: 6 Tips Wisata ke Rumah Si Pitung, Jaga Adab dan Bawa Uang Tunai

Berdasarkan sejarahnya, rumah panggung kayu berwarna merah delima dengan luas 3.000 meter per segi itu merupakan milik saudagar kaya berdarah Bugis bernama Haji Sapiudin atau Saifudin.

Namun sebagian orang menceritakan bahwa pemilik rumah panggung megah itu adalah tangan kanan atau suruhan pemerintah Kolonial Belanda.

Di dalam buku tersebut dikatakan, pertemuan Haji Saifudin dengan Pitung diceritakan dalam beberapa versi.

Namun cerita pertemuan yang tercatat dalam dokumen kolonial dan media-media Hindia Belanda adalah berawal dari kisah perampokan.

Sebagai seorang jawara yang sering membantu masyarakat kecil, Pitung bersama tiga rekannya yakni Dji-ih, Rais, dan Jebul, merampok rumah kayu milik Haji Saifudin yang merupakan seorang saudagar kaya raya.

Baca juga: 4 Aktivitas di Rumah Si Pitung, Ketahui Sang Legenda Betawi Lebih Jauh

Saat melakukan perampokan, Pitung dan tiga rekannya menyamar sebagai pegawai pemerintah dan meminta saudagar tersebut menyerahkan hartanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pitung bilang, bahwa Saifudin dicurigai melakukan pemalsuan, sehingga uang tersebut harus dibawa ke kantor demang untuk diperiksa keasliannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menlu AS: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kemungkinan Masih Hidup
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
50 Cent Buka Suara Usai Video Skandal P Diddy dan Daphne Joy Tersebar
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Dandhy Nilai Polemik Pelaporan Film Pesta Babi Menggeser Isu Papua
• 11 jam lalukompas.com
thumb
MBG Lebih Dibutuhkan Anak-anak Indonesia di Malaysia daripada di Arab Saudi, Begini Kata DPR
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gaji ke-13 ASN Cair, Rp24 Triliun Sudah Masuk ke Rekening Penerima
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.