Grid.ID - Seorang mantan caleg di Cirebon diduga melakukan pencabulan terhadap seorang kakek berusia 64 tahun. Mirisnya, tindakan keji itu telah dilakukan pelaku (H) selama dua tahun sejak 2024.
Tak tahan dijadikan budak nafsu oleh pelaku, kakek (S) akhirnya melaporkan kasus itu ke polres cirebon. Berdasarkan penyelidikan polisi, kakek S adalah mantan tim sukses caleg H saat dua periode mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.
Kendati demikian, H tega melakukan dugaan pencabulan pada S. H bahkan nekat menjebak S untuk melakukan hubungan sesama jenis. Lantas seperti apa kronologi eks caleg diduga cabuli kakek 64 tahun di Cirebon? Simak penjelasannya.
Kronologi Eks Caleg Diduga Cabuli Kakek 64 Tahun di Cirebon
Kakek berusia 64 tahun diduga menjadi korban asusila sesama jenis oleh mantan calon legislatif di Cirebon. Melansir TribunLampung.co.id, peristiwa itu disebut sudah berlangsung sejak sekitar dua tahun lalu dan terjadi di beberapa lokasi berbeda.
“Jadi memang kejadiannya itu sudah dari dua tahun yang lalu dan beberapa kali. Kejadiannya di beberapa hotel di Kota Cirebon. Pindah-pindah tempat," ucap kuasa hukum korban, Raden Reza Pramadia.
Selain itu, pelaku (H) juga disebut merekam dan menyebarkan video korban. H juga mengancam korban agar mau menuruti kemauannya. Jika menolak H mengaku akan menyebarluaskan video korban.
“Perannya itu sebagai yang membuat video juga, yang menyebarkan video juga, pelaku juga. Jadi komplit perannya. Ancamannya itu kalau dia tidak ingin menuruti apa kemauan si pelaku, nanti video atau fotonya akan disebarkan,” ucap Reza.
Awal Mula Korban Berani Lapor
Korban berani lapor Polres Cirebon Kota setelah pihak keluarga, khususnya sang anak mengetahui adanya penyebaran video itu. Kuasa hukum korban menyebut pelaku pencabulan itu berinisial H dan merupakan mantan caleg.
"Anaknya enggak terima. Jadi tetangga yang dikirimin foto/video asusila itu lapor ke anaknya. Anaknya enggak terima, akhirnya datang ke kami. Kami membantu untuk membuat laporan dugaan pencabulan. Laporan sudah dilakukan pada Selasa kemarin. Terduga pelakunya itu mantan caleg, inisialnya H,” ujar Reza.
Fandy, anak korban mengaku kaget saat foto dan tangkapan layar video tak senonoh ayahnya diduga menyebar lewat Whatsapp. Fandy mengaku tak tahu insiden itu lantaran sang ayah selama ini memilih diam dan tidak bercerita pada keluarga.
“Awalnya saya enggak tahu, Pak. Karena bapak saya itu enggak pernah cerita. Saya bisa tahu itu karena ada teman bapak saya yang laporan kepada Bapak RT. Nah, Bapak RT-nya laporan kepada saya karena ada foto-foto yang tersebar di WhatsApp-nya temannya bapak saya,” ucapnya.
Fandy sangat terpukul saat mengetahui foto ayahnya beredar dalam kondisi tanpa busana. Bahkan, ada video yang memperlihatkan hubungan sesama jenis. Merasa marah, Fandy lantas mencari tahu sosok pelaku.
“Yaitu foto bapak saya yang sedang telanjang dan ada bukti screenshot video kalau bapak saya melakukan hubungan sesama jenis. Nah, dari situ saya mulai mencari tahu siapa sebenarnya yang menyebarkan video tersebut,” katanya.
Fandy membenarkan bahwa ayahnya dan pelaku sempat bekerja sama dalam urusan politik. Namun, ia tak menyangka sang ayah dijebak hingga diperlakukan demikian.
“Nah, setelah itu saya sudah tahu terduga nya siapa, saya langsung laporkan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas, lalu mereka menyarankan saya untuk ke LBH. Kalau bapak sama terduga, kenal. Pernah bekerja sama dalam hal politik,” ucap Fandy.
“Sakit hati. Saya ingin dihukum seberat-beratnya. Karena bapak saya yang polos, enggak pernah buat masalah, tapi dia tega melakukan hal seperti itu,” jelas dia.
Pelaku Jebak Korban
Melansir Tribunnewsbogor.com, modus pelaku melakukan tindak pelecehan itu dengan mengajak kakek S dengan alasan untuk dipijat. S juga diiming-imingi uang jika mau menuruti permintaan H.
Setelah sampai hotel, H telah menyiapkan pria untuk kemudian berhubungan intim dengan kakek S. Kakek S tak bisa menolak karena diancam. Sementara H merekam adegan sesama jenis tersebut sembari menyaksikannya. H juga kabarnya sempat menyodomi kakek S secara paksa.
"Asal muasalnya itu saudara S ditunjukin foto telanjang, yang mana foto telanjang itu ternyata editan AI. Untuk mengancam si S, kalau dia enggak mau ngikutin arahan si H, maka akan disebarluaskan," ungkap Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP M Fadillah.
"Mau tidak mau saudara S mengikuti perintah saudara H," pungkas AKP M Fadillah.
Demikianlah kronologi eks caleg diduga cabuli kakek 64 tahun di Cirebon. (*)
Artikel Asli




