Grid.ID- Profil Dino Patti Djalal, bapak diaspora yang kritik kunjungan luar negeri Presiden Prabowo. Dia kemudian mendapat respon dari Seskab Teddy.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal baru-baru ini membuat video yang ditunjukkan khusus untuk Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dalam rekaman tersebut, dia menghimbau kepada Presiden untuk mengurangi intensitas perjalanan ke luar negeri.
Dino lalu menyebut bahwa Presiden Prabowo merupakan kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Dia menekankan Prabowo seharusnya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dalam waktu 18 bulan kedepan lantaran pembiayaan untuk rombongan, konsumsi, keamanan dan lainnya yang sangat besar.
"Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar," ujar Dino Patti Djalal.
Setelah adanya kritik tersebut, Sekertaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya kemudian memberikan responnya. Dalam sebuah video, Teddy mengungkap bahwa anggaran perjalanan Presiden Prabowo Subianto ditanggung secara pribadi.
"Masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi, segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy, dilansir dari Kompas.com.
Tak hanya itu, Teddy juga mengatakan jumlah rombongan yang ikut ke luar negeri bersama Prabowo telah dipangkas hampir separuhnya dibanding periode kepemimpinan sebelumnya. Dia mengatakan, rombongan Prabowo jumlahnya maksimal hanya 60 orang.
"Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo, jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," jelasnya.
Seskab Teddy melanjutkan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri sudah dijadwal sejak satu tahun sebelumnya. Meski begitu, terkadang terdapat juga jadwal yang mendesak yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam negeri dam luar suatu negara.
Dia menuturkan bahwa lawatan Prabowo ke luar negeri ini sebagai bentuk antisipasi dan upaya menjalin hubungan harmonis dengan negara lain. Hal ini lantaran, Prabowo disebut sebagai Presiden yang mulai menjabat saat dunia tengah mengalami berbagai krisis atau konflik antar negara.
"Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat dengan memimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa minta bantuan. Dan begitu pula sebaliknya," jelas Teddy.
"Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung, diliput media, ataupun tertutup. Nah, itulah diplomasi. Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan. Seremonial," lanjutnya.
Sementara itu, terkait jadwal Presiden ke luar negeri, Dino sebelumnya menyarankan untuk dipetakan setidaknya setahun sebelumnya. Selain itu, lawatan tersebut juga sebaiknya diumumkan rencananya sebulan sebelum keberangkatan atau minimal seminggu sebelum keberangkatan.
Selanjutnya, untuk profil Dino Patti Djalal merupakan pria kelahiran Belgrade, Yugoslavia, pada 10 September 1965. Memiliki latar belakang keluarga diplomat, sejak kecil Dino pernah menetap di beberapa kota dan negara mulai dari Jakarta, Yugoslavia, Guinea, Singapura, Washington DC, New York, Ottawa, hingga Vancouver.
Melansir dari Bangkapos.com, Dino diketahui pernah mengenyam bangku Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah sebelum melanjutkan ke SMP Al-Azhar. Saat masuk ke jenjang pendidikan menengah atas, dia melanjutkan sekolah di McLean, Virginia, Amerika Serikat.
Berikutnya, Dino Patti Djalal mengambil studi Ilmu Politik di Universitas carleton yang ada di Ottawa, Kanada. Pendidikan tingginya di bidang ilmu politik berlanjut ke Universitas Simon Fraser, Vancouver, Kanada.
Selain mendapat gelar Magister Politik, Dino juga menjadi doktor di bidang Hubungan Internasional melalui London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris. Karier profesionalnya di dunia diplomasi dia mulai pada 1987 saat bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Selama kariernya, Dino pernah mendapat penugasan di sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk London, Dili, dan Washington DC. Pengalamannya itu kemudian membuatnya sempat ditunjuk sebagai Wakil Menteri Luar Negeri pada tahun 2014, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam hal asmara, Dino Patti Djalal diketahui sudah menikah dengan dokter gigi Rosa Rai Djalal dan mereka dikaruniai tiga anak yaitu Alexa, Keanu, dan Chloe. Adapun, Dino merupakan putra dari pasangan Hasyim Djalal dan Jurni, di mana sang ayah dikenal sebagai diplomat Indonesia ternama.
Dino Patti Djalal juga dikenal luas sebagai bapak Diaspora Indonesia mengingat perannya dalam meluncurkan Kongres Diaspora Indonesia Seduania pertama di Los Angeles, pada tahun 2012. Selain itu, dia juga pencetus istilah "diaspora Indonesia" serta pendiri Jaringan Diaspora Indonesia (IDN) di seluruh dunia. (*)
Artikel Asli




