VinFast Lepas Pabrik di Vietnam, Apa Pengaruhnya ke Indonesia?

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

VinFast memastikan proses restrukturisasi global yang tengah dijalankan perusahaan tidak akan memengaruhi operasional bisnis maupun rencana investasinya di Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan di tengah laporan yang menyebut produsen kendaraan listrik asal Vietnam itu berencana melepas aset manufakturnya di negara asal sebagai bagian dari strategi transformasi bisnis.

Mengacu laporan Reuters, VinFast berupaya menekan beban keuangan setelah membukukan kerugian sebesar USD 3,9 miliar sepanjang tahun lalu. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjual dua pabrik utama di Vietnam dengan nilai sekitar USD 506 juta.

Dalam skema tersebut, sebagian kewajiban utang perusahaan yang mencapai sekitar USD 6,9 miliar juga akan dialihkan kepada pihak pembeli. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk bertransformasi menjadi bisnis dengan model "asset-light".

Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mengatakan restrukturisasi tersebut ditujukan untuk memperkuat fondasi bisnis dan mendukung pertumbuhan jangka panjang perusahaan secara global.

“VinFast saat ini tengah menjalankan langkah restrukturisasi sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan secara global,” kata Kariyanto kepada kumparan, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, perubahan struktur bisnis tersebut tidak akan mengganggu operasional perusahaan. Aktivitas produksi kendaraan tetap berjalan, sementara fungsi strategis seperti riset, pengembangan produk, desain, hingga layanan purna jual tetap berada di bawah kendali VinFast.

“Langkah ini tidak mempengaruhi operasional bisnis VinFast maupun layanan kepada pelanggan. Di Vietnam, kegiatan produksi kendaraan akan tetap berjalan melalui skema operasional yang baru,” katanya.

Kariyanto juga memastikan proses restrukturisasi tersebut tidak berdampak terhadap rencana ekspansi VinFast di Indonesia, termasuk pembangunan fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat.

“Terkait Indonesia, termasuk pengembangan fasilitas produksi di Subang, tidak ada perubahan maupun dampak dari proses restrukturisasi tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan akan tetap menjaga kualitas produk dan layanan kepada konsumen di tengah transformasi bisnis yang sedang berlangsung.

“VinFast juga akan terus memastikan standar kualitas produk dan layanan tetap terjaga melalui pengawasan yang ketat di seluruh proses produksi dan operasional,” tutup Kariyanto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
150 Siswa SMK Telkom Makassar Kunjungi Telkom AI Center
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Inflasi Transportasi 0,61%, Terkerek Kenaikan Harga BBM hingga Avtur
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Teknologi Jadi Andalan Baru Lawan Jerawat Membandel, Bye-bye Obat Jerawat!
• 1 jam laluherstory.co.id
thumb
Foto: Pidato Presiden Kast Picu Gelombang Protes di Ibu Kota Chili
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Lion Group Ikuti Kebijakan Pemerintah Terkait Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
• 12 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.