Teknologi Jadi Andalan Baru Lawan Jerawat Membandel, Bye-bye Obat Jerawat!

herstory.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Ternyata mengatasi jerawat kini mulai mengalami perubahan lho Beauty! Jika selama bertahun-tahun perawatan jerawat identik dengan penggunaan skincare, obat oles, antibiotik, hingga obat oral, kini semakin banyak konsumen mencari solusi berbasis teknologi yang dinilai lebih praktis dan minim risiko jangka panjang.

Perubahan tren tersebut terlihat dari hadirnya berbagai inovasi dalam dunia dermatologi, termasuk teknologi laser yang dirancang untuk menangani jerawat langsung dari sumber penyebabnya. 

Salah satunya adalah AVICLEAR yang diperkenalkan BMDERMA sebagai teknologi laser untuk penanganan jerawat aktif tanpa penggunaan obat oral.

Perkembangan ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perawatan yang tidak mengganggu aktivitas harian. 

Selain menginginkan hasil yang efektif, banyak pasien juga mulai mempertimbangkan faktor kenyamanan serta risiko efek samping dari penggunaan obat dalam jangka panjang.

Founder sekaligus Head Doctor BMDERMA, dr. Deasy Lius, Sp.D.V.E, mengatakan jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang kerap kambuh sehingga membutuhkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan.

“Tidak mungkin sebagai dokter kami meresepkan Isotretinoin (Accutane), karena Isotretinoin (Accutane) merupakan obat keras dengan berbagai risiko efek samping, apalagi belum ada izin edarnya,” ujar dr. Deasy.

Menurutnya, penggunaan obat oral tertentu masih menjadi perhatian karena potensi efek samping yang perlu dipertimbangkan, terutama pada remaja dan kelompok usia reproduktif aktif. Kondisi tersebut membuat sebagian pasien mulai mencari alternatif perawatan lain yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sebagai respons terhadap tren tersebut, BMDERMA menghadirkan AVICLEAR yang menggunakan teknologi laser dengan panjang gelombang 1726 nanometer (nm). Teknologi ini dirancang untuk menargetkan kelenjar minyak atau sebaceous glands yang menjadi salah satu faktor utama penyebab munculnya jerawat.

Berbeda dengan sejumlah metode yang berfokus pada permukaan kulit atau bakteri penyebab jerawat, teknologi ini bekerja dengan membantu mengontrol produksi minyak berlebih sehingga pembentukan jerawat baru dapat ditekan dari sumbernya.

Selain tidak memerlukan konsumsi obat oral, perawatan ini juga dirancang dengan waktu tindakan sekitar 30 menit dan minim downtime. Teknologi pendingin AviCool™ turut digunakan untuk membantu menjaga kenyamanan pasien selama menjalani prosedur.

Berdasarkan studi klinis yang dipaparkan perusahaan, sebanyak 78 persen pasien mengalami perbaikan minimal 50 persen dalam tiga bulan. Angka tersebut meningkat menjadi 87 persen setelah enam bulan dan mencapai 92 persen dalam 12 bulan.

Dr. Deasy menilai kebutuhan akan solusi jerawat yang lebih modern dan minim risiko menjadi salah satu alasan meningkatnya perhatian terhadap teknologi dermatologi.

“Karena itulah, sebagai bentuk komitmen BMDERMA terhadap dunia aesthetic dan dermatology, kami menghadirkan AVICLEAR sebagai solusi terbaik saat ini untuk penanganan jerawat, terutama pada pasien dengan acne sedang sampai berat, pasien dengan kulit sensitif, pasien usia remaja, pasien yang khawatir terhadap efek samping Isotretinoin (Accutane), hingga pasien dalam masa reproduksi aktif,” katanya.

Di tengah gaya hidup yang semakin aktif, perawatan jerawat berbasis teknologi pun mulai menjadi salah satu pilihan yang dilirik konsumen yang ingin tetap merawat kesehatan kulit tanpa harus bergantung pada penggunaan obat oral jangka panjang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gelar RUPST, Temas (TMAS) Sepakat Bagi Dividen Rp228 Miliar
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Rupiah Melemah Nyaris Rp 18.000, BI Batasi Beli Valas-Dorong Mata Uang Lokal
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Masjid At-Taqwa Pamulang Tangsel Hadirkan Gym Gratis, Dorong Keseimbangan Jasmani dan Rohani
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Margin Penjualan Rumah Subsidi Kian Tiris Imbas Biaya Konstruksi Naik
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Dua Jemaah Haji Asal Probolinggo Belum Bisa Pulang karena Masih Dirawat di Arab Saudi
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.