BPBD Jember Inisiasi Gerakan Pilih Sampah Mandiri Guna Atasi Krisis Ekologis

eranasional.com
7 jam lalu
Cover Berita

JEMBER, ERANASIONAL.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menunjukkan langkah progresif dengan menginisiasi gerakan memilah sampah mandiri langsung dari lingkungan kantor. Oleh karena itu, aksi nyata ini lahir sebagai bentuk keprihatinan mendalam terhadap kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pakusari yang kian kritis dan overload karena menerima kiriman ratusan ton sampah setiap hari.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo menjelaskan bahwa aparatur sipil negara harus mulai membangun kesadaran lingkungan dari lingkungan kerja terkecil. Sebab, aktivitas kedinasan sehari-hari terbukti ikut menyumbang volume sampah organik maupun anorganik dalam jumlah yang lumayan besar setiap minggunya.

“Kami di BPBD menginisiasi dan mencoba mengelola sampah hasil produk dari kita semua,” ujar Kepala BPBD Edy Budi Susilo.

Sementara itu, pihak BPBD Jember kini menerapkan sistem zonasi pembuangan yang ketat melalui instalasi tong komposter khusus untuk jenis sampah basah. Alhasil, pengolahan sisa makanan dan dedaunan tersebut berhasil memproduksi pupuk organik cair serta kompos padat yang bermanfaat untuk penghijauan area kantor.

“Setelah kami hitung, ternyata volumenya lumayan juga,” lanjut Edy mengenai akumulasi sampah kantor yang mencapai puluhan kilogram tersebut.

Selanjutnya, lembaga kebencanaan ini juga mengintegrasikan program peduli lingkungan dengan aksi sosial kemanusiaan yang menyasar warga sekitar. Maka dari itu, para staf mengumpulkan sampah kering bernilai ekonomi seperti botol plastik dan kardus dalam kondisi bersih untuk disumbangkan secara rutin kepada pemulung.

“Ada dua orang pemulung yang biasanya selalu singgah di tempat kami,” tambah Edy secara detail saat menjelaskan penerima manfaat program sedekah sampah tersebut.

Di sisi lain, manajemen BPBD Jember tetap memisahkan sampah residu yang tidak bisa terurai ke dalam wadah tersendiri agar tidak mengontaminasi jenis limbah lainnya. Oleh sebab itu, penanganan yang sistematis dari hulu ini diharapkan mampu mencegah potensi bencana ekologis baru di wilayah Kabupaten Jember.

“Sampah daur ulang ini kami berikan kepada mereka sebagai wujud sedekah sampah yang bernilai ekonomi,” pungkas Edy seraya berharap gerakan konsisten ini dapat menginspirasi instansi pemerintah lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah Nyaris Rp 18.000, BI Batasi Beli Valas-Dorong Mata Uang Lokal
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Skors dan Konseling, Simak Sanksi Kekerasan Seksual 15 Mahasiswa FH UI
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
YBM BRI Region 6 Gelar Syukuran HUT ke-25 Secara Sederhana dan Penuh Kebersamaan
• 10 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kejagung Geledah Kantor BGN Usai Prabowo Copot Dadan, Dasco Bilang Ini
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Daftar Gerai Samsat Keliling di Jadetabek: Lokasi dan Jam Operasional 3 Juni 2026
• 9 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.