JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan instansinya telah menggunakan uang rakyat untuk melatih Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai Komponen Cadangan (Komcad) melalui Latihan Dasar Militer (Latsarmil).
“Ini adalah harapan rakyat. Jadi para ASN yang mendapatkan kesempatan untuk berlatih Latihan Dasar Militer ini, ini adalah kepercayaan rakyat. Dan kita menggunakan biaya yang diberikan oleh rakyat untuk melatih para ASN ini, sehingga mereka bisa menjadi kepercayaan rakyat,” ungkap Sjafrie, Rabu (3/5/2026).
Hal tersebut disampaikan Sjafrie saat memberikan pengarahan kepada 1.764 peserta Latsarmil Komcad ASN di Artha Hanggar Indonesia, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Baca juga: Menhan Beri Pengarahan ke Peserta Latsarmil Komcad ASN, Tekankan soal Bela Negara
Menurut dia, para peserta Latsarmil nantinya akan memiliki tanggung jawab untuk membantu pertahanan negara apabila Indonesia menghadapi ancaman atau gangguan terhadap kedaulatannya.
Sjafrie mengatakan, setelah dilantik sebagai perwira Komcad, para ASN akan menjadi bagian dari komponen pendukung pertahanan yang dapat bekerja bersama TNI sebagai komponen utama.
Dalam kesempatan itu, Sjafrie juga menyinggung penggunaan Artha Hanggar Indonesia sebagai lokasi pengarahannya.
Baca juga: ASN Komcad Jalani Latihan Simulasi Tempur di Lanud Atang Sendjaja
Ia menyebut peserta Latsarmil Komcad ASN angkatan pertama menjadi kelompok pertama yang menggunakan fasilitas tersebut.
“Jadi ini adalah gedung baru yang digunakan oleh para ASN sebagai kebanggaan dalam rangka memulai karier Komponen Cadangan,” ujar dia yang disambut tepuk tangan.
Komcad ASN akan diambil sumpahnyaSjafrie mengatakan, beberapa hari ke depan para peserta akan menuntaskan Latsarmil dan menjalani pengambilan sumpah sebagai anggota Komcad.
Menurut dia, sumpah tersebut mengandung tanggung jawab kepada negara dan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas sebagai Komcad.
Ia juga meyakini para ASN yang mengikuti pelatihan akan menunjukkan perubahan dalam menjalankan tugas di kementerian dan lembaga masing-masing.
Namun, Sjafrie menegaskan perubahan itu bukan karena para peserta dilatih menjadi militer, melainkan karena mendapatkan pembekalan bela negara.
“Perubahan ini bukan karena kamu dilatih militer, tapi kamu dilatih bela negara. Bela negara itu adalah hak dan kewajiban bagi seluruh warga negara. Jadi kalian harus berbangga mendapatkan kesempatan pertama untuk mengikuti Latihan Dasar Militer,” jelas dia.
Sjafrie berharap para peserta dapat menjadi teladan di lingkungan birokrasi serta membawa semangat pengabdian yang lebih kuat setelah menyelesaikan pelatihan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




