Fenomena Aneh Tiba-Tiba Muncul di Warteg, Ada Apa dengan Ekonomi RI?

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
1/7

Sejumlah pengunjung memilih menu makanan di Warteg kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Selasa, (2/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

2/7

Pedagang warung tegal (warteg) mulai merasakan dampak kenaikan harga bahan pangan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut diperparah dengan melemahnya daya beli masyarakat, yang membuat konsumen semakin selektif dalam memilih menu makanan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

3/7

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sejumlah pedagang warteg mengaku terjadi perubahan pola konsumsi pelanggan. Jika sebelumnya pembeli masih kerap memilih lauk dengan harga lebih tinggi, kini mayoritas pelanggan beralih ke menu yang lebih terjangkau. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

4/7

Adit, salah satu karyawan warteg di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, membenarkan fenomena tersebut. Menurutnya, saat ini semakin banyak pelanggan yang membatasi pengeluaran makan hanya sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 per porsi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

5/7

Menu sederhana seperti tempe, tahu, telur balado, aneka gorengan, serta sayuran menjadi pilihan utama pelanggan. Sebaliknya, lauk dengan harga lebih mahal seperti ayam goreng, rendang daging sapi, semur sapi, cumi hitam, hingga udang goreng maupun balado mulai jarang diminati. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

6/7

Menu sederhana seperti tempe, tahu, telur balado, aneka gorengan, serta sayuran menjadi pilihan utama pelanggan. Sebaliknya, lauk dengan harga lebih mahal seperti ayam goreng, rendang daging sapi, semur sapi, cumi hitam, hingga udang goreng maupun balado mulai jarang diminati. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

7/7

Ia mengatakan, saat ini pembeli yang mengeluarkan uang lebih dari Rp20.000 untuk sekali makan semakin jarang ditemui. Sebagian besar pelanggan memilih menu dengan harga sekitar Rp10.000 hingga belasan ribu rupiah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Breaking: Iran Warning AS, Sebut Pertempuran dan Perang Baru
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Oditur Tuntut 4 Terdakwa 2 Tahun 6 Bulan Penjara
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Diseret dalam Pledoi Kasus Chromebook, Begini Respons Jokowi
• 28 menit laluokezone.com
thumb
Bongkar Motif Riset Palsu, Mendiktisaintek: Pelaku Ingin Manfaatkan Travel Grant ke Luar Negeri
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Kunjungan Wisatawan Mancanegara Naik 7,22 Persen di Tengah Pelemahan Rupiah
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.