Pantau - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesian National Air Carriers Association atau INACA) mendorong penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna membangun ekosistem penerbangan berkelanjutan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan hal itu dalam peluncuran buku Indonesia Aviation Outlook 2026 di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan industri penerbangan perlu memiliki strategi jangka panjang untuk menghadapi berbagai tantangan dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.
"Kita harus membicarakan bagaimana tantangan 10-20 tahun ke depan atau tahun 2045 nanti, bagaimana pola kerja sama antar-stakeholders bisa menjadikan industri transportasi udara menjadi sektor transportasi yang benar-benar mendukung perekonomian nasional kita," ungkap Denon.
Outlook 2026 Jadi Acuan Pengembangan IndustriDenon menjelaskan Indonesia Aviation Outlook 2026 disusun sebagai referensi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merancang pengembangan industri penerbangan nasional secara berkelanjutan.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor penerbangan karena didukung jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa yang menjadi pasar potensial transportasi udara.
Ia menilai sektor penerbangan memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja dan dukungan terhadap berbagai aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Penguatan industri penerbangan, lanjutnya, tidak dapat dilakukan oleh maskapai saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pengelola bandara, regulator, penyedia layanan navigasi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pasar Domestik Dinilai Jadi Modal BesarINACA mencatat sebelum pandemi COVID-19, pasar domestik Indonesia mencapai sekitar 190 juta perjalanan penumpang dengan mayoritas berasal dari rute dalam negeri.
Besarnya pasar domestik tersebut dinilai menjadi modal kuat bagi operator penerbangan untuk memperluas layanan sekaligus mendukung pemerataan konektivitas nasional.
Denon menilai berbagai infrastruktur dan potensi pasar yang dimiliki Indonesia dapat menjadi fondasi untuk membangun industri penerbangan yang sehat dan mampu bersaing di tingkat global.
Melalui Outlook INACA 2026, asosiasi berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun langkah bersama guna mewujudkan ekosistem penerbangan yang kuat, kompetitif, dan berkelanjutan hingga 2045.




