Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi produksi minyak mencapai 576.200 barel per hari (bph) per 31 Mei 2026. Adapun, angka ini masih jauh dari target produksi minyak dalam APBN 2026, yakni 610.000 bph.
Hal itu disampaikan oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (3/6/2026).
Dia memerinci realisasi produksi minyak sebesar 576.200 bph itu terdiri atas minyak sebesar 491.300 bph, kondensat 55.800 bph, dan natural gas liquids (NGL) 29.100 bph.
Djoko memaparkan realisasi produksi minyak sempat lesu pada Januari 2026. Hal itu terjadi lantaran kebocoran pipa TGI gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di jalur pipa Grissik-Duri wilayah Riau.
Menurutnya, kebocoran pipa berdampak pada kinerja operasional tujuh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Terminal Dumai dan dua KKKS supplier gas. Setelah kebocoran gas teratasi, produksi minyak pun kembali naik.
"Kemudian setelah teratasi kembali naik. Namun demikian, setelah itu ada masalah kelistrikan di PHR [Pertamina Hulu Rokan] dan penurunan produksi di Banyu Urip di mana dua blok migas ini penopang terbesar produksi nasional kita," kata Djoko.
Adapun, untuk produksi gas bumi baru mencapai 6.550 MMscfd per 31 Mei 2026. Sementara, realisasi salur gas mencapai 5.207 MMscfd.
Angka tersebut juga masih jauh dari target APBN 2026, yakni produksi gas 6.787 MMscfd dan salur gas 5.400 MMscfd.
"Untuk gas alhamdulillah kita hampir mencapai target rata-rata sudah 95% dari target APBN dan ke depan akan terus meningkat mencapai target APBN," ujar Djoko.
Baca Juga
- Aral Lifting Minyak Mengejar Target Sejuta Barel
- Prabowo Targetkan Lifting Minyak 2027 Naik, Begini Catatannya Sejak 2020
- Prabowo Patok Lifting Minyak 602.000-615.000 Barel per Hari pada 2027
Pemerintah menargetkan produksi atau lifting minyak bumi meningkat pada 2027 seiring dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto menetapkan target lifting minyak pada kisaran 602.000 hingga 615.000 barel per hari (bph). Angka itu lebih tinggi dari proyeksi 610.000 bph yang ditetapkan Pemerintah RI dalam APBN 2026.
“Lifting minyak bumi ditargetkan mencapai 602.000 hingga 615.000 barel per hari,” ujar Prabowo dalam pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).
Pada saat yang sama, Prabowo mengungkapkan bahwa Pemerintah RI menargetkan lifting gas sebesar 934.000 hingga 977.000 barel setara minyak per hari untuk periode 2027. Angka tersebut turun dari 984.000 barel setara minyak per hari yang ditetapkan dalam asumsi makro APBN 2026.
Adapun, Pemerintah RI memperkirakan harga minyak mentah Indonesia berada pada level US$70 hingga US$95 per barel pada tahun depan.





