Genteng Majalengka Diproyeksikan Bisa Digunakan Rumah Subsidi

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON — Bank Indonesia (BI) Cirebon mendorong perluasan akses pasar bagi industri genteng Majalengka dengan membangun keterhubungan antara produsen lokal dan sektor perumahan. 

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat daya serap pasar terhadap produk genteng lokal yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan perubahan tren material konstruksi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan industri genteng merupakan salah satu sektor unggulan yang memiliki keterkaitan luas dengan perekonomian daerah. 

Oleh karena itu, penguatan industri tidak hanya diarahkan pada aspek produksi, tetapi juga pada perluasan pasar agar usaha yang telah berjalan turun-temurun tersebut tetap berkelanjutan.

“Yang menjadi fokus kami saat ini adalah bagaimana membuka akses pasar yang lebih luas bagi industri genteng Majalengka. Potensinya besar, kapasitas produksinya ada, sehingga perlu didorong agar tersambung dengan kebutuhan pasar yang lebih luas,” ujar Wihujeng, Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, program pembangunan perumahan yang sedang berjalan di berbagai daerah dapat menjadi peluang bagi produsen genteng lokal untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jaringan usaha. 

Baca Juga

  • Meneropong Urgensi hingga Suksesi Program Gentengisasi Gagasan Prabowo
  • Gentengisasi Dimulai di Purwakarta, Dorong Kebangkitan Industri Lokal Jabar
  • Majalengka Genjot 3.000 Rumah Subsidi, Libatkan Industri Genteng Lokal

Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan kesiapan industri dalam memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.

BI menilai industri genteng Majalengka memiliki posisi strategis karena selama ini menjadi salah satu sentra produksi genteng tanah liat terbesar di Jawa Barat. 

Keberadaan industri tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menghidupkan aktivitas ekonomi di sektor pendukung, mulai dari penyedia bahan baku, transportasi, hingga perdagangan.

Meski demikian, perkembangan industri genteng dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan. Perubahan preferensi konsumen terhadap material bangunan alternatif seperti atap baja ringan dan produk berbasis beton membuat persaingan semakin ketat. 

Di sisi lain, produsen lokal dituntut mampu menjaga kualitas produk agar sesuai dengan standar yang dibutuhkan pasar modern.

Wihujeng mengatakan, salah satu pekerjaan rumah terbesar yang dihadapi industri genteng saat ini adalah memastikan produk lokal mampu masuk ke rantai pasok pembangunan perumahan dalam skala besar.

“Permasalahannya bukan hanya pada produksi. Yang lebih penting adalah bagaimana produk yang dihasilkan bisa terserap pasar secara berkelanjutan. Karena itu, kami mendorong terbangunnya sinergi antara produsen, asosiasi, pengembang perumahan, dan pemerintah daerah,” katanya.

Bank Indonesia juga melihat adanya peluang dari berbagai program pembangunan perumahan yang membutuhkan pasokan material dalam jumlah besar. 

Apabila produsen lokal mampu memenuhi standar dan volume yang dibutuhkan, permintaan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Majalengka.

Selain membuka peluang pasar baru, perluasan penggunaan genteng lokal dinilai dapat memperkuat rantai pasok industri daerah. Dengan meningkatnya permintaan, aktivitas produksi berpotensi meningkat sehingga mendorong penyerapan tenaga kerja dan pendapatan masyarakat.

Data Pemerintah Kabupaten Majalengka menunjukkan sekitar 1,4 juta keping genteng telah disiapkan untuk mendukung program bantuan material rumah tidak layak huni di 343 desa. Namun, BI menilai pasar yang lebih luas tetap diperlukan agar industri tidak hanya bergantung pada proyek-proyek lokal.

Wihujeng menegaskan, upaya penguatan akses pasar tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Tidak hanya meningkatkan penjualan produsen genteng, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sektor lain yang terhubung dengan industri tersebut.

“Harapannya, industri genteng Majalengka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok pembangunan perumahan di Jawa Barat. Jika itu terjadi, manfaat ekonominya akan dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Wihujeng.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahasiswa Sastra Arab Unhas Fifi Fitriana Juara Duta Budaya Soppeng, Siap Wakili Sulsel di Tingkat Nasional
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Jakarta Percepat Program Rusunawa dan Bedah Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah
• 8 jam laludisway.id
thumb
Penggeledahan di Kantor BGN Masih Berlangsung, Begini Suasananya
• 5 jam laludetik.com
thumb
Mendiktisaintek: Perguruan Tinggi Boleh Dirikan Dapur MBG untuk Praktik Mahasiswa
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Kasus Chromebook Dinilai Janggal, Kuasa Hukum-Pendukung Sebut Nadiem Layak Bebas
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.