Jetour Motor Indonesia merilis harga mobil baru mereka, Jetour T1 i-DM, SUV PHEV yang dijual Rp 500 jutaan. Lebih rinci lagi banderolnya Rp 558 juta, namun khusus 500 pembeli pertama perusahaan memberi harga spesial menjadi Rp 538 juta.
Peluncuran T1 i-DM juga menandai langkah Jetour memasuki segmen kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Namun selain varian plug-in hybrid, Jetour juga menghadirkan versi mesin bensin konvensional bagi konsumen yang belum siap beralih ke elektrifikasi.
"Melihat pasar SUV hari ini, konsumen semakin kritis dalam memilih kendaraan. Mereka melakukan riset lebih dalam dan membandingkan lebih teliti. Di sisi lain, minat terhadap elektrifikasi terus tumbuh, namun masih banyak konsumen yang mempertimbangkan aspek jarak tempuh, infrastruktur pengisian daya, dan fleksibilitas dalam penggunaan sehari-hari," terang Direktur Pemasaran Jetour Motor Indonesia Ranggy Radiansyah di Tangerang, Rabu (3/6).
Secara desain, Jetour T1 mengusung karakter urban adventure dengan tampilan boxy yang menjadi tren di pasar global. Mobil ini memiliki dimensi panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.840 mm, serta jarak sumbu roda 2.800 mm. Ground clearance mencapai 190 mm untuk menunjang mobilitas di berbagai kondisi jalan.
Masuk ke kabin yang nuansanya serba hitam, SUV ini dibekali layar sentuh berukuran 15,6 inci yang ditopang Snapdragon 8155 Chip dan sistem operasi Tour OS 2.0. Selain itu tersedia panel instrumen digital 10,25 inci, dan panoramic sunroof (khusus tipe i-DM).
Bicara teknologi i-DM, sistem ini mengombinasikan mesin bensin 1.5 liter turbo, dengan motor listrik dan Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Berdasarkan data yang dipaparkan, mesin bensinnya menghasilkan tenaga 201 dk dan torsi 310 Nm.
Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 kWh yang telah mengantongi sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air.
Jetour juga menyebut pengisian daya baterai dari 30 persen hingga 80 persen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 27 menit menggunakan port DC fast charging tipe CCS-2.
Melalui teknologi Intelligent Dual Mode, sistem penggerak kendaraan dapat bekerja dalam berbagai skenario mulai dari EV murni, hybrid seri, hybrid paralel, direct engine, hingga energy recovery.
Dalam penggunaan perkotaan, kendaraan lebih banyak mengandalkan tenaga listrik untuk efisiensi maksimal. Sementara mesin bensin aktif secara otomatis ketika dibutuhkan tenaga tambahan, atau dalam kecepatan tinggi, di mana pada kondisi ini kerja mesin lebih efisien.
Jetour mengeklaim kombinasi sistem tersebut memungkinkan T1 i-DM menawarkan daya jelajah lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai penuh, serta tangki bahan bakar yang terisi full 70 liter.
"Bagi konsumen yang masih dalam tahap mengenal elektrifikasi, i-DM hadir sebagai solusi transisi yang lebih mudah diterima. Teknologi ini bukan dimaksudkan sebagai pengganti kendaraan bermesin konvensional secara langsung, melainkan sebagai jembatan menuju era elektrifikasi tanpa menimbulkan kekhawatiran terkait jarak tempuh," tambah Ranggy.





