Ottawa: Kanada dan Meksiko menyerukan perpanjangan selama 16 tahun terhadap perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara dengan Amerika Serikat (AS), di tengah ketidakpastian mengenai masa depan pakta yang belakangan dipertanyakan oleh Presiden AS Donald Trump.
Dalam surat tertanggal Senin, 1 Juni 2026, Menteri Kanada yang membidangi perdagangan dengan AS, Dominic LeBlanc, menyatakan bahwa Ottawa merekomendasikan perpanjangan perjanjian tersebut untuk 16 tahun ke depan.
Melansir TRT World, Rabu, 3 Juni 2026, surat itu ditujukan kepada Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dan Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard, sehari sebelum LeBlanc berangkat ke Washington untuk membahas masa depan Perjanjian Amerika Serikat-Kanada-Meksiko (USMCA).
Usai pertemuan pada Selasa, LeBlanc menyebut pembicaraan berlangsung positif dan mengatakan diskusi akan berlanjut dalam beberapa hari dan pekan mendatang.
Dalam konferensi pers di Mexico City, Ebrard turut menyuarakan dukungan terhadap perpanjangan perjanjian selama 16 tahun.
USMCA memiliki arti penting bagi Kanada dan Meksiko karena Amerika Serikat merupakan mitra dagang utama kedua negara tersebut sekaligus tujuan sekitar 75 persen ekspor Kanada dan 80 persen ekspor Meksiko.
Negara-negara anggota USMCA memiliki waktu hingga 1 Juli untuk menyatakan apakah mereka ingin memperpanjang perjanjian yang ada atau membuka proses negosiasi ulang.
Trump menandatangani dan memuji USMCA pada masa jabatan pertamanya. Namun, dalam periode kepemimpinannya saat ini, ia menyebut perjanjian tersebut sudah tidak relevan.
Pemerintahannya juga memberlakukan tarif terhadap sejumlah sektor penting Kanada, termasuk industri otomotif. Kanada Soroti Tarif AS Amerika Serikat dan Meksiko telah menyelesaikan putaran awal pembahasan revisi USMCA pekan lalu. Sejumlah pejabat AS secara umum memberikan penilaian positif terhadap pendekatan Meksiko dalam negosiasi perdagangan.
Meski hubungan AS-Kanada sempat diwarnai ketegangan, Greer sebelumnya mengatakan masih melihat peluang untuk mempertahankan sebagian elemen dalam USMCA.
Dalam suratnya, LeBlanc menegaskan perjanjian tersebut memberikan manfaat besar bagi ketiga negara. Ia mengutip data yang menunjukkan perdagangan trilateral meningkat 32 persen sejak USMCA mulai berlaku pada 2020.
Meski demikian, LeBlanc mengakui bahwa Amerika Serikat dan Meksiko mungkin ingin mengusulkan sejumlah perubahan atau perbaikan dalam perjanjian tersebut.
Bagi Kanada, katanya, pembahasan mengenai tarif sektoral yang diberlakukan pemerintahan Trump akan menjadi isu yang sangat penting dalam proses negosiasi mendatang.
Baca juga: Geram 'Diserang' Tarif AS, Kanada-Meksiko Perluas Perdagangan dan Investasi




