Inovasi Polsek di Pelalawan Sulap Lahan Jadi Green House Melon

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Pelalawan -

Polres Pelalawan melalui Polsek Pangkalan Kerinci membuat terobosan dalam menyukseskan program nasional ketahanan pangan. Melalui penanaman melon berbasis teknologi modern, Polsek Pangkalan Kerinci mengembangkan green house smart farming untuk budidaya melon.

Menggandeng kelompok tani (poktan) Subur Kembar Tani, langkah strategis ini menjadi wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Berlokasi di Jalan Raja RT 001/RW 001, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kabupaten Pelalawan, green house smart farming ini didirikan di lahan seluas 320 meter persegi dengan pola tanam monokultur, menggunakan bibit melon madu Honey Globe serta pupuk dolomit, NPK, dan urea.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara, memberikan apresiasi kepada Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Shilton, yang menginisiasi program ini. Menurutnya, program ini menjadi wujud ketahanan pangan sekaligus berpotensi menjadi penyokong pangan pada SPPG.

"Inisiatif ini menjadi bukti bahwa institusi Polri di tingkat daerah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap pemanfaatan lahan produktif bagi pemenuhan pangan masyarakat," kata John Louis dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Kapal JALUR Polda Riau Tiba di Pesisir Meranti, Hadirkan Pustaka Apung dan Bansos

Sementara itu, AKP Shilton menjelaskan pola tanam monokultur di dalam green house sengaja dipilih guna memaksimalkan hasil produksi buah secara optimal, efektif, dan efisien pada luasan lahan yang tersedia, sehingga menghasilkan buah dengan standar kualitas pasar yang tinggi.

"Diperkirakan panen dalam waktu 70 hari. Jumlah bibin yang kami tanam ada 650 bibit melon," kata Shilton.

Shilton memaparkan secara garis besar, implementasi program kemitraan pertanian antara Polsek Pangkalan Kerinci dan masyarakat ini membawa empat misi utama. Yang pertama adalah menjaga kestabilan pasar.

"Meningkatkan produksi buah dan pangan nasional guna menjamin ketersediaan suplai serta menjaga kestabilan harga pangan yang berkelanjutan di tingkat daerah," katanya.

Pola penanaman monokultural ini diyakini mengurangi ketergantungan pasar domestik terhadap impor buah-buahan segar. Di sisi lain, dengan adanya green house smart farming ini dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi petani lokal.

"Yang terakhir, tentunya kegiatan ini juga mendukung dan mensukseskan program ketahanan pangan Bapak Presiden dalam rangka swasembada pangan nasional," katanya.

Tidak hanya dari internal kepolisian, agenda peluncuran ini juga mendapat dukungan sinergis dari lintas sektoral. Hadir dari pihak pemerintah daerah, antara lain Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pelalawan, Budi Surlani, serta Kepala Bidang Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Pelalawan, Sulami.

Sektor swasta turut memberikan kontribusi aktif, diwakili oleh jajaran manajemen PT RAPP, Elfiannto, dan Humas PT RAPP, Iyon, sebagai bentuk kemitraan strategis Corporate Social Responsibility (CSR). Pihak paling krusial dalam program ini, yaitu Kelompok Tani Subur Kembar Tani, hadir dipimpin langsung oleh sang ketua, Didit Suyanto, beserta sekitar 10 orang anggota kelompok tani yang tampak antusias mengikuti jalannya prosesi penanaman perdana.

Baca juga: Operasi Besar-besaran di Sungai Kuantan, Polisi-TNI Musnahkan 145 Rakit PETI




(mea/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yogyakarta Jadi Kota Perdana Gelaran Web3 University Tour 2026
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gara-gara Abu Janda, Gubernur KDM Respons Keras Pernyataan Pelabelan Jawa Barat Disebut Provinsi Barbar
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Gugatan Penumpang KA Argo Bromo Dicabut, Ini Alasannya
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kerugian Ekonomi Akibat Perubahan Iklim Diproyeksikan Tembus Rp2.005 Triliun pada 2029
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Pimpinan Baru BGN Bisa Langsung Kerja Tanpa Tunggu Pelantikan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.