TEHERAN, KOMPAS.TV - Juru bicara presidium parlemen Iran, Abbas Goudarzi, mengungkapkan pihaknya berencana "menasionalisasi" Selat Hormuz.
Goudarzi menyebut Iran hendak menasionalisasi perairan tersebut seperti yang dilakukan pada industri minyak negara tersebut.
Dia menyatakan nasionalisasi industri minyak Iran menjadi langkah penting pada masa lalu, yakni pada dekade 1950-an atau sebelum Revolusi Islam Iran.
"Dengan nasionalisasi sektor minyak, sejarah telah membuktikan betapa pentingnya kebijakan tersebut waktu itu," kata Goudari, dikutip media Iran, ISNA, seperti dilansir TASS, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga: AS-Iran Kembali Saling Serang: Kapal Tanker dan Pangkalan Militer di Kuwait dan Bahrain Jadi Target
"Hari ini, kami ingin menasionalisasi Selat Hormuz. Kami secara khusus membicarakan nasionalisasi Selat Hormuz."
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran penting dunia dan saat ini termasuk dalam perairan teritorial Iran serta Oman.
Sejak AS-Israel memulai perang pada 28 Februari 2026 lalu, Iran menutup Selat Hormuz. Sebagai balasan, AS menerapkan blokade atas pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April 2026.
AS berulang kali menuntut Iran segera membuka Selat Hormuz dalam perundingan. Washington pun menolak langkah Iran menerapkan pungutan bagi kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
Sementara itu, pemerintah Iran dilaporkan sempat membahas bersama Oman mengenai mekanisme untuk mengatur pelayaran di perairan tersebut.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, TASS
- nasionalisasi selat hormuz
- selat hormuz
- blokade selat hormuz
- iran
- perang iran
- penutupan selat hormuz





