BINUS Siapkan Mahasiswa Hadapi Era AI, Orang Tua Kini Makin Tenang

tabloidbintang.com
4 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Artificial intelligence (AI) kini mulai mengubah cara orang tua memilih perguruan tinggi untuk anak mereka. 

Jika dulu kampus dinilai dari fasilitas atau reputasi akademik, kini pendekatan terhadap AI ikut menjadi pertimbangan penting.

Perubahan ini muncul seiring tingginya penggunaan AI generatif di kalangan mahasiswa Indonesia. 

Berdasarkan Global Student Survey 2025 dari Chegg, sebanyak 95% mahasiswa Indonesia telah menggunakan AI dalam proses pembelajaran. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara 15 negara yang disurvei.

Di balik tingginya penggunaan AI, muncul kekhawatiran baru dari para orang tua. 

Mereka mulai mempertanyakan apakah mahasiswa masih mampu berpikir mandiri ketika jawaban instan bisa diperoleh hanya dalam hitungan detik.

Survei EdChoice 2025 menunjukkan sebanyak 65% orang tua menilai kampus perlu mengajarkan penggunaan AI secara bijak. 

Angka itu meningkat menjadi 79% pada kelompok orang tua yang memilih institusi swasta.

Sementara survei Echelon Insights terhadap 1.511 orang tua menemukan mayoritas responden ingin adanya pengawasan penggunaan AI agar kemampuan analisis dan problem solving mahasiswa tetap terjaga.

Orang Tua Kini Tak Mau Anak Sekadar Jago Pakai AI

Melihat perubahan tersebut, BINUS University menghadirkan Digital Transformation & AI Experience Ecosystem.

Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga memahami batasan, validasi, dan penerapannya secara tepat dalam kehidupan akademik maupun dunia kerja.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, mengatakan perkembangan AI membuat perguruan tinggi harus memastikan mahasiswa tetap memiliki kemampuan berpikir kritis dan bernalar mandiri.

“Memahami perkembangan AI saat ini, BINUS University berkomitmen mendampingi mahasiswa agar mampu memanfaatkan AI secara produktif tanpa kehilangan kemampuan berpikir, kreativitas, dan daya analitis mereka,” ujar Dr. Nelly dalam keterangan resmi yang diterima tabloidbintang.com.

Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Future of Jobs Report 2025 memproyeksikan sekitar 39% keterampilan inti pekerja akan berubah pada 2030. 

Kemampuan seperti kreativitas, kolaborasi, adaptabilitas, dan problem solving diperkirakan menjadi kompetensi yang paling dibutuhkan.

Di BINUS University, mahasiswa dibiasakan menggunakan AI dalam proses riset, brainstorming, collaborative learning, hingga implementasi di dunia industri. 

Pengalaman belajar itu didukung ekosistem digital seperti BINUSMAYA, CrowdBees, dan Neksus yang dirancang untuk menghubungkan pembelajaran dengan pengembangan karier mahasiswa.

Di era AI saat ini, pendidikan tinggi tak lagi hanya soal teknologi. Orang tua mulai melihat bagaimana kampus mampu membentuk mahasiswa yang tetap kritis, adaptif, dan siap menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin cepat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasar Jiung Terbakar, Rano Karno: Penyebab Kebakaran di Jakarta 95 Persen Akibat Korsleting Listrik
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Mobil Tabrak Separator Jalan di Kebayoran Lama Jaksel, Lalin Macet
• 10 jam laludetik.com
thumb
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Oditur Tuntut 4 Terdakwa 2 Tahun 6 Bulan Penjara
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Buntut Kekerasan Seksual, Kemenag Dorong Padepokan Padang Ati Pekalongan Ditutup
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rupiah Nyaris Rp18.000 Per Dollar AS, BI Masih Cermati Perkembangan Pasar Keuangan
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.