Terkini, Jeneponto – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jeneponto menggelar pertemuan strategis dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting yang berfokus di desa dan kelurahan yang menjadi lokus penanganan pada tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Salewangang Dinas Kesehatan Jeneponto, yang beralamat di Jalan Kesehatan Nomor 08 Bontosunggu, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, pada hari Rabu, 3 Juni 2026.
Pertemuan ini dihadiri secara langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jeneponto, Dr. Hj. Syusanty A. Mansyur, didampingi pejabat di lingkungan Dinkes Jeneponto. Selain itu, turut hadir pula perwakilan Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) serta Bidan Dusun dan Lingkungan yang bertugas di 20 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto.
Dalam sambutan dan arahannya, Dr. Hj. Syusanty A. Mansyur menjelaskan bahwa pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk mempererat koordinasi serta menyatukan langkah dalam pelaksanaan program percepatan penurunan angka stunting. Fokus utama yang digarap adalah pelaksanaan intervensi gizi secara spesifik maupun sensitif yang menyentuh langsung ke masyarakat.
Dr. Hj. Syusanty menekankan pentingnya penguatan peran lintas sektor, khususnya peran aktif dari Tenaga Pelaksana Gizi, Bidan, serta para Kader Posyandu yang berada di garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Hal ini dinilai sangat krusial agar target penurunan angka stunting dapat tercapai secara signifikan dan berkelanjutan.
“Ditekankan langkah-langkah konkret serta komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik, mulai dari tingkat Dusun atau Lingkungan hingga ke tingkat Desa atau Kelurahan, untuk bersama-sama menurunkan angka stunting secara signifikan,” tegas Dr. Hj. Syusanty dalam pertemuan tersebut.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinkes juga memaparkan sejumlah poin penting yang menjadi prioritas pelaksanaan program, di antaranya pelaksanaan intervensi gizi spesifik, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, program imunisasi lengkap, serta ketepatan data sasaran pengukuran balita untuk pemetaan keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Melalui pertemuan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto menegaskan komitmennya untuk mewujudkan penurunan angka stunting sesuai dengan target yang ditetapkan secara nasional. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif seluruh elemen, terutama TPG, Bidan, dan Kader Posyandu, serta kemampuan dalam mengevaluasi cakupan intervensi dan memastikan adanya kesatuan gerak atau konvergensi program di lapangan agar hasil yang dicapai menjadi maksimal.




