Morgan Stanley and Co International PLC memborong 179,13 juta saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) di tengah isu penutupan sejumlah gerai AMRT karena Koperasi Desa Merah Putih. Seiring aksi korporasi tersebut, Morgan mengeluarkan kocek mencapai Rp 206,13 miliar.
Berdasarkan data laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka, Morgan terpantau membeli saham 179,13 juta saham AMRT di harga Rp 1.151 per saham pada 29 Mei 2026.
Aksi tersebut dilakukan Morgan Stanley setelah dia menjual 1,29 juta saham AMRT pada periode yang sama di harga 1.346 per saham. Dengan aksi jual itu, perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu mengantongi dana sebesar Rp 1,74 miliar.
Seiring dengan aksi itu, kepemilikan Morgan di AMRT meningkat dari 3,64 juta saham atau sekitar 8,88% dari total saham AMRT yang beredar menjadi 3,82 miliar atau sekitar 9,31%.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia hari ini, harga saham AMRT secara intraday turun 2,17% atau berkurang 30 poin ke level 1.350. Sejak awal tahun atau year to date, saham AMRT sudah terkoreksi 31,39%.
Transaksi Morgan Stanley terjadi di tengah sentimen Menteri Desa meminta ritel seperti AMRT menghentikan ekspansi di desa karena adanya koperasi desa merah putih.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sebelumnya menghentikan operasional 25 gerai ritel modern di daerah itu. Pemda setempat berdalih, penutupan dilakukan lantaran gerai-gerai tersebut dinilai melanggar aturan zonasi terkait jarak dengan pasar tradisional, yakni berdiri kurang dari satu kilometer dari pasar rakyat.
Berdasarkan video yang beredar, penutupan tersebut mencakup 18 gerai Alfamart dan 7 gerai Indomaret. Kebijakan itu kemudian memicu aksi unjuk rasa ratusan pekerja yang tergabung dalam Himpunan Karyawan Alfamart Terdampak Penutupan Toko di depan Kantor Bupati Lombok Tengah pada Rabu (20/5).
Dalam video yang beredar di media sosial, suasana haru dan tangis mewarnai aksi tersebut saat sejumlah pekerja menyampaikan keluh kesahnya.
Koordinator Lapangan aksi, M Zainudin mengatakan, demonstrasi tersebut menjadi bentuk keputusasaan sekaligus harapan terakhir para pekerja kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah agar operasional gerai dapat kembali dibuka.
Direktur AMRT Solihin mengatakan, meski sempat ditutup, gerai-gerai Alfamart kini mulai kembali dibuka secara bertahap. Ia juga menyebut tidak ada pembatasan jam operasional.
Memang sebelumnya pemerintah pernah meminta ritel modern tidak lagi menambah gerai baru di wilayah pedesaan. Imbauan tersebut sebelumnya disampaikan melalui Kementerian Koperasi.
Namun, hingga saat ini belum terdapat aturan resmi yang melarang pembukaan gerai ritel modern di desa. Imbauan tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam sebuah forum diskusi beberapa bulan lalu.
“Jadi saya pernah ketemu dengan yang punya ritel modern yang sebelah sana, saya bilang setop bikin ritel modern di desa, biarkan di desa itu si koperasi desa yang jualan ritel barang-barangnya,” kata Ferry dalam kanal YouTube IDN Times.




