Harga CPO Rebound Hampir 3 Persen usai Libur

idxchannel.com
1 minggu lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat hampir 3 persen pada Rabu (3/6/2026) setelah perdagangan kembali dibuka usai libur panjang akhir pekan.

Harga CPO Rebound Hampir 3 Persen usai Libur. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat hampir 3 persen pada Rabu (3/6/2026) setelah perdagangan kembali dibuka usai libur panjang akhir pekan. Kenaikan ditopang penguatan minyak kedelai di Chicago.

Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 2,95 persen menjadi 4.669 ringgit Malaysia per ton per 15.21 WIB. Pada sesi sebelumnya, kontrak ini turun tipis 0,04 persen.

Baca Juga:
S&P Tetapkan Rating BBB ke Danantara, Setara Peringkat Kredit RI

Seorang trader di Kuala Lumpur mengatakan, seperti dikutip Reuters, reli pascalibur terutama didorong oleh penguatan minyak nabati pesaing, khususnya minyak kedelai Chicago.

Di pasar lain, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,16 persen, sementara kontrak minyak sawit Dalian melemah 0,33 persen. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik 0,59 persen.

Baca Juga:
SGER Perluas Bisnis Non Batu Bara, Pabrik Hidrogen Peroksida Segera Beroperasi

Harga minyak sawit umumnya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena komoditas ini bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.

Sementara itu, harga minyak mentah melanjutkan penguatan setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.

Baca Juga:
OECD Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Melambat Jadi 2,8 Persen pada 2026

Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke Kuwait dan Bahrain, sementara pembicaraan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan kemajuan berarti.

Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi bahan baku biodiesel yang lebih menarik secara ekonomi.

Di sisi mata uang, ringgit Malaysia melemah 0,43 persen terhadap dolar AS. Pelemahan ini membuat minyak sawit menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Dari sisi permintaan, impor minyak sawit India naik tipis pada Mei dari posisi terendah empat bulan yang tercatat pada April.

Namun volumenya masih berada di bawah rata-rata karena banyak pengilang beralih ke minyak kedelai setelah keunggulan harga minyak sawit terhadap minyak nabati pesaing menyusut, menurut lima pelaku perdagangan.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor minyak sawit mentah dan produk olahannya pada Januari-April 2026 mencapai 7,72 juta ton, naik 20,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jembatan Kaca Bromo Dibuka saat Libur Sekolah Akhir Juni 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bikin Netizen Gemas, Kamari Cium Foto Mendiang Ibu Jennifer Coppen: Pasti Sering Meniru Mamanya
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Jeda Minum Piala Dunia 2026 Tuai Protes, Penonton Kesal karena Disisipi Iklan
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Heboh Komunitas Gay Rembang di Medsos, Polisi Lacak Identitas Anggota dan Admin
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kenaikan BI Rate Direspons Positif, BI: Rupiah Terus Menguat
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.