Penggarap film 'Pesta Babi', Dandhy Dwi Laksono, memberi respons usai dirinya ikut dilaporkan oleh tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta ke Polda Metro Jaya. Dandhy menyoroti perbedaan kemunculan Mama Sinta di publik ketika saat film 'Pesta Babi' digarap dengan setelah film tersebut tayang dan ramai dibahas.
"Saat Mama Yasinta muncul ke publik membela tanah ulayatnya, kami yang ikut mendukungnya, menampakkan identitas jelas. Punya nama, punya wajah, punya lembaga," tulis Dandhy dalam postingan instagramnya seperti dilihat detikcom, Selasa (2/6/2026).
"Kini, Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka yang malu-malu menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa wajah," lanjutnya dalam postingan tersebut.
Postingan tersebut dikirim Dandhy saat detikcom mengonfirmasi terkait tanggapannya usai dilaporkan oleh Mama Sinta ke Polda Metro Jaya.
Dalam postingan itu juga, Dandhy memandang kemunculan Mama Sinta yang saat ini mengecam perputaran film 'Pesta Babi' sebagai siasat untuk menghilangkan fokus publik terhadap fenomena yang terjadi di tanah Papua.
"Satu-satunya yang tampak jelas adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan fokus pada persoalan kolonialisme di Papua," ujar Dandhy.
"Di sinilah, mereka sedang melecehkan akal sehat kita semua," imbuhnya.
(kuf/isa)





