Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, kementerian yang dipimpinnya bersama Menhaj Mochamad Irfan Yusuf akan membentuk Daerah Kerja Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Daker Armuzna). Pembentukan akan dilakukan untuk musim haji 2027.
Nantinya, para petugas yang tergabung dalam Daker ini hanya akan bertugas saat puncak haji agar lebih fokus mengurusi jemaah selama Armuzna.
"Jadi mereka tidak akan bertugas di sektor dan sebagainya," kata Dahnil saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Makkah, Rabu (3/6).
Selama ini, daerah kerja Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi hanya dibagi menjadi tiga daker, yaitu: Daker Bandara, Daker Makkah, dan Daker Madinah. Sementara untuk puncak haji, dibentuk tiga Satuan Tugas (Satgas) di bawah komando Satuan Operasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Satops Armuzna).
Satgas Arafah dipimpin oleh Kepala Daker Bandara, Satgas Muzdalifah dikomandoi Kepala Daker Makkah, dan Satgas Mina di bawah tanggung jawab Kepala Daker Madinah. Di luar tiga satgas ini, PPIH Arab Saudi juga membentuk Mobile Crisis Rescue (MCR) yang terdiri dari petugas Linjam, MCH, PKP2JH dan landis.
Tahun ini, selain tiga Satgas tersebut, PPIH Arab Saudi juga membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina. Timsus ini diterjunkan ke Mina sebelum puncak haji dimulai. Anggotanya terdiri dari sejumlah personel yang diambil dari tiga daker yang ada.
Menurut Dahnil, dengan terbentuknya Daker Armuzna ini, maka tenaga mereka akan lebih fresh melayani jemaah saat puncak haji.
"Jadi mereka tidak akan bertugas seperti kawan-kawan ini yang panjang hampir lebih dari 60 hari," kata Dahnil.
Dahnil membuka opsi juga petugas Media Center Haji (MCH) ada yang khusus bertugas hanya saat Armuzna. Wacana ini diharapkan bisa meningkatkan pelayanan jemaah saat puncak haji.





