Pantau - Jumlah korban tewas akibat penembakan di Daerah Otonomi Khusus Bangsamoro di Mindanao (SGA-BARMM), Filipina, bertambah menjadi empat orang setelah dua korban luka meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Peristiwa tersebut terjadi di Barangay Malingao, Kadayangan, pada Selasa (2/6) sekitar pukul 08.00 waktu setempat ketika sekelompok pria bersenjata menyerang warga sipil.
Dua Korban Luka Meninggal DuniaJuru Bicara Kepolisian Daerah Otonomi Khusus Bangsamoro Kapten Steffi Salanguit mengatakan dua korban yang meninggal dunia di rumah sakit diidentifikasi sebagai Romeo Lombo dan seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun.
Sebelumnya, dua korban lainnya yakni Musalik Balang (45) dan Haron Boliongan (35) meninggal dunia di lokasi kejadian setelah ditembak oleh para pelaku.
"Sementara itu sebanyak empat korban luka masih di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," kata Kapten Steffi Salanguit.
Polisi menyebut seluruh korban merupakan warga Barangay Malingao.
Polisi Duga Terkait Transaksi NarkobaMenurut penyelidikan awal, penembakan diduga dipicu perselisihan yang berkaitan dengan transaksi narkoba ilegal.
"Sekitar delapan orang tiba di desa itu, dan tanpa ancaman menembak ke arah para korban," jelas Salanguit.
Ia menambahkan aparat desa dan warga setempat menginformasikan kepada penyidik bahwa lokasi kejadian diduga sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba.
Dalam keterangan terpisah, Wali Kota Kadayangan Duma Mascud mengatakan para pelaku datang menggunakan kendaraan pribadi sebelum melakukan aksi penembakan.
"Sebanyak tiga orang turun dari kendaraan dan menembaki warga sipil dengan motif yang masih ditelusuri," kata Mascud.
Hingga kini identitas para pelaku masih belum diketahui dan Kepolisian Maguindanao del Norte telah mengerahkan personel tambahan untuk mencegah insiden serupa.
Polisi juga menyatakan belum menerima laporan mengenai pengungsian warga akibat serangan tersebut.




