Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan menggelar pertemuan dengan Kedutaan Besar Yunani untuk Indonesia yang membahas, antara lain pembentukan koalisi repatriasi artefak budaya.
"Era perampasan kolonial telah berakhir. Repatriasi dan pengembalian benda-benda budaya ke negara asalnya merupakan masalah keadilan sejarah dan wujud saling menghormati antarnegara," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Indonesia baru-baru ini memulangkan sekitar 28.131 fosil Dubois asal Trinil dan 30.000 artefak dari Belanda.
Baca juga: Fadli: Artefak hasil repatriasi dengan Belanda dalam proses kemas
Menurut Fadli Zon, negara-negara seperti Indonesia, Yunani, Irak, dan Mesir dapat membentuk semacam koalisi untuk mendorong pengembalian benda budaya.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen menindaklanjuti hasil pertemuan dan mempelopori pembentukan koalisi internasional tersebut untuk advokasi pengembalian budaya nasional.
Dalam pertemuan itu, kedua negara menegaskan pentingnya koordinasi di UNESCO, terutama tentang perlindungan warisan budaya, promosi warisan budaya takbenda dan pemberantasan ilegal benda budaya.
Duta Besar Yunani untuk Indonesia Dimitrios Michalopoulos memberikan dukungan terhadap berbagai agenda pelestarian warisan budaya Indonesia.
Indonesia dan Yunani pada pertemuan tersebut juga menyepakati kerja sama pada bidang permuseuman, yang akan difokuskan pada kolaborasi langsung antarlembaga. Bentuk kerja sama tersebut antara lain berupa pertukaran pengetahuan pelestarian ilmiah hingga pameran artefak Indonesia di Yunani untuk memperkenalkan budaya Nusantara kepada masyarakat Eropa.
Menurut Fadli Zon, terdapat kemungkinan bahwa Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya untuk bekerja sama dengan pengelola museum di Yunani.
Di Yunani, museum beroperasi secara independen. Lembaga pengelola warisan budaya Indonesia bisa menjalin kerja sama dengan berbagai museum di Yunani seperti Museum Numismatik dan museum era Bizantium.
Indonesia dan Yunani dalam pertemuan itu juga sepakat untuk menyusun Nota Kesepahaman baru, yang akan menggantikan perjanjian pendidikan kebudayaan pada 2004, yang telah berakhir pada 2018.
Baca juga: Fosil "Java Man" yang baru dipulangkan dari Belanda dipajang di museum
Baca juga: Indonesia segera terima repatriasi sejumlah benda budaya dari AS
Baca juga: Belanda akan pulangkan koleksi fosil manusia purba Dubois ke Indonesia
"Era perampasan kolonial telah berakhir. Repatriasi dan pengembalian benda-benda budaya ke negara asalnya merupakan masalah keadilan sejarah dan wujud saling menghormati antarnegara," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Indonesia baru-baru ini memulangkan sekitar 28.131 fosil Dubois asal Trinil dan 30.000 artefak dari Belanda.
Baca juga: Fadli: Artefak hasil repatriasi dengan Belanda dalam proses kemas
Menurut Fadli Zon, negara-negara seperti Indonesia, Yunani, Irak, dan Mesir dapat membentuk semacam koalisi untuk mendorong pengembalian benda budaya.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen menindaklanjuti hasil pertemuan dan mempelopori pembentukan koalisi internasional tersebut untuk advokasi pengembalian budaya nasional.
Dalam pertemuan itu, kedua negara menegaskan pentingnya koordinasi di UNESCO, terutama tentang perlindungan warisan budaya, promosi warisan budaya takbenda dan pemberantasan ilegal benda budaya.
Duta Besar Yunani untuk Indonesia Dimitrios Michalopoulos memberikan dukungan terhadap berbagai agenda pelestarian warisan budaya Indonesia.
Indonesia dan Yunani pada pertemuan tersebut juga menyepakati kerja sama pada bidang permuseuman, yang akan difokuskan pada kolaborasi langsung antarlembaga. Bentuk kerja sama tersebut antara lain berupa pertukaran pengetahuan pelestarian ilmiah hingga pameran artefak Indonesia di Yunani untuk memperkenalkan budaya Nusantara kepada masyarakat Eropa.
Menurut Fadli Zon, terdapat kemungkinan bahwa Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya untuk bekerja sama dengan pengelola museum di Yunani.
Di Yunani, museum beroperasi secara independen. Lembaga pengelola warisan budaya Indonesia bisa menjalin kerja sama dengan berbagai museum di Yunani seperti Museum Numismatik dan museum era Bizantium.
Indonesia dan Yunani dalam pertemuan itu juga sepakat untuk menyusun Nota Kesepahaman baru, yang akan menggantikan perjanjian pendidikan kebudayaan pada 2004, yang telah berakhir pada 2018.
Baca juga: Fosil "Java Man" yang baru dipulangkan dari Belanda dipajang di museum
Baca juga: Indonesia segera terima repatriasi sejumlah benda budaya dari AS
Baca juga: Belanda akan pulangkan koleksi fosil manusia purba Dubois ke Indonesia





