Bisnis.com, PALEMBANG— Penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Provinsi Sumatra Selatan masih menunjukkan tren positif ditengah kondisi global yang berdampak pada perlambatan investasi asing.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dari total investasi triwulan I/2026 di Sumatra Selatan (Sumsel) yang mencapai Rp12,96 triliun, realisasi PMDN mencapai Rp10,43 triliun atau sekitar 80,48%.
Kepala Kelompok Kerja Data dan Informasi DPMPTSP Sumsel Eko Agusrianto mengatakan capaian PMDN di triwulan pertama tahun ini juga menunjukkan peningkatan sebesar 5,99% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
“Jika dibandingkan secara year on year (yoy) PMDN mengalami kenaikan 5,99%, dari Rp9,84 triliun pada triwulan I 2025 menjadi Rp10,43 triliun pada triwulan I 2026,” ujarnya saat diwawancarai Bisnis, Rabu (3/6/2026).
Eko menjelaskan kenaikan investasi PMDN didorong oleh meningkatnya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal melalui OSS.
Pemerintah Provinsi Sumsel terus melakukan fasilitasi kepada pelaku usaha, baik yang menjadi kewenangan provinsi maupun kabupaten/kota, terutama terkait kendala pelaporan investasi.
Baca Juga
- Sumatra Selatan Minta Kemenhub Adakan Extra Flight Selama Angkutan Lebaran 2026
- 4 Gubernur Teken UMP 2026: Sumatra Utara Naik 7,9%, Sumatra Selatan 7,10%
- Medco E&P Klam Turunkan Emisi Setara 12.000 Mobil di Blok Sumatra Selatan
“Jadi, akan difasilitasi terus apakah ada kendala dalam sisi pelaporan. Karena dari sisi pelaporan inilah dapat kita lihat berapa nilai investasi yang ada,” terangnya.
Selain itu, terdapat banyak penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) baru, terutama dari pelaku usaha menengah. Peningkatan ini didorong melalui berbagai program jemput bola pelayanan perizinan di lapangan.
“Kita juga turun ke lapangan untuk mengetahui ada kendala di lapangan atau tidak, seperti kendala jaringan maupun ketidaktauan terkait dengan perizinan,” imbuhnya.
Adapun subsektor yang menjadi pendorong utama investasi di Sumsel, antara lain untuk PMDN yaitu pertambangan Rp2,7 triliun, subsektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp2,07 triliun, industri makanan Rp1,62 triliun, industri kimia dan farmasi Rp1,47 triliun, konstruksi Rp894 miliar.
Sementara untuk penanaman modal asing (PMA) subsektor penyumbang tertinggi, meliputi industri kertas dan percetakan Rp1,20 triliun, listrik gas dan air Rp407 miliar, kehutanan Rp181 miliar, industri makanan Rp145 miliar, transportasi gudang dan telekomunikasi Rp131 miliar.
Secara keseluruhan, imbuh Eko, realisasi investasi di Sumsel pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai 17,58% dari target nasional dan 28,37% dari sasaran RPJMD.
“Untuk target (investasi Sumsel) sesuai RPJMD itu di tahun ini Rp44,63 triliun, sedangkan target dari BKPM (Kementerian Investasi dan Hilirisasi Rp73,70 triliun,” pungkasnya.





