Pegawai Bea Cukai Akui Simpan Uang Suap Impor dari Blueray Cargo di Mobil Operasional

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Pelaksana pemeriksa Kantor Pusat Bea dan Cukai, Aditya Rachman Rony Putra, mengungkap adanya penyimpanan uang “operasional” dari sejumlah pengusaha importir di mobil operasional dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor dengan terdakwa pemilik PT Blueray Cargo, John Field.

Dalam persidangan, Aditya sebagai saksi mengaku beberapa kali diminta menyimpan uang oleh Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan satu Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Orlando Hamonangan Sianipar.

“Amplop itu saya pegang dan disuruh hitung oleh Pak Orlando,” kata Aditya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Di Sidang, Pegawai Bea Cukai Akui Ada Suap Impor dari Blueray Cargo

Menurut Aditya, jumlah uang di dalam amplop tersebut berkisar puluhan ribu dollar Singapura.

“Jumlah detailnya saya lupa. Tapi kurang lebih sekitar 20.000 sampai di bawah 30.000 SGD,” ujarnya.

Aditya juga mengaku beberapa kali menerima amplop yang disebut berasal dari pihak Blueray Cargo saat menjemput Orlando.

“Pak Orlando pagi-pagi meminta saya menjemput di lapangan bola. Saya beberapa kali menerima amplop yang katanya dari Blueray pada saat menjemput Pak Orlando di lapangan bola,” ucapnya.

Jaksa kemudian menanyakan istilah “uang operasional” yang digunakan dalam persidangan.

“Ini disebut uang operasional?” tanya jaksa.

Baca juga: Jaksa Hadirkan 7 Pejabat Bea Cukai di Sidang John Field, Terdakwa Suap Impor

“Iya, uang operasional kepabeanan,” jawab Aditya.

Ia mengatakan, sejak Orlando menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan, dirinya bersama pegawai Bea Cukai lain bernama Fillar Marindra diminta menyimpan dana operasional dari pengusaha kepabeanan.

“Beliau meminta dana operasional dari kepabeanan untuk kami simpan sendiri. Nanti beliau yang akan lapor ke Pak Sisprian,” kata Aditya.

Uang tersebut, kata Aditya, disimpan di mobil operasional agar mudah diambil sewaktu-waktu apabila dibutuhkan pimpinan.

“Karena waktu saya dan Mas Filar dipanggil Pak Orlando, perintahnya cari yang menurutmu aman dan cepat kalau dibutuhkan,” jelasnya.

“Untuk uang yang saya simpan, diperintahkan Pak Orlando kalau ada kebutuhan pimpinan,” ujar Aditya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: KPK Periksa 20 Forwarder Terkait Kasus Importasi Barang di Ditjen Bea Cukai


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bunga Zainal dan Suami Ribut Besar Gara-Gara Kasus Penipuan Rp2 Miliar
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Dedi Mulyadi Janjikan Rp2 Miliar Jika Persib Pertahankan Gelar Musim Depan
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Berkas Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi P21, Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Disidang | BERUT
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Rute Baru MRT Bundaran HI-Monas Diuji Coba Juni 2027
• 5 menit lalukompas.com
thumb
Agustin Lumban Goal Berharap Kepala BGN Baru Nanik S Deyang Mampu Jalankan Instruksi Presiden Prabowo
• 55 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.