Rupiah Lagi Turun, Perbanyak Tabungan dan Kurangi Utang Konsumtif

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Denpasar: Pengamat ekonomi dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Bali, Ida Bagus Raka Suardana menganjurkan masyarakat untuk mengelola keuangan dan mengurangi gaya hidup konsumtif menyikapi pelemahan mata uang rupiah.

"Sebagai masyarakat biasa, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah pola konsumsi menjadi lebih bijak dan produktif,” kata Raka Suardana, dilansir Antara, Rabu, 3 Juni 2026.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Undiknas itu menambahkan ketika rupiah melemah, harga barang impor biasanya naik lebih cepat dibanding pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, imbuh dia, masyarakat perlu mengurangi gaya hidup konsumtif, terutama membeli barang-barang impor yang tidak terlalu penting.

Kemudian perlu mengutamakan produk lokal menjadi langkah sederhana namun penting untuk membantu menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat UMKM dalam negeri.

Selain itu, masyarakat juga perlu mulai membangun ketahanan keuangan keluarga. Ia juga menekankan pentingnya alokasi sejumlah dana darurat dan pengelolaan pengeluaran saat kondisi ekonomi bergejolak.

"Dalam situasi rupiah turun, masyarakat sebaiknya memperbesar tabungan, mengurangi utang konsumtif, dan lebih berhati-hati menggunakan fasilitas kredit. Banyak keluarga saat ini rentan karena pengeluaran lebih besar daripada pendapatan, sementara harga kebutuhan pokok terus meningkat," ujar dia.


Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
 

Baca Juga :

Rupiah Rabu Sore ke Rp17.966/USD
  Penurunan rupiah buka peluang ekonomi baru
Meski begitu, penurunan rupiah membawa dampak lain yaitu membuka peluang ekonomi baru yakni produk lokal dan sektor pariwisata menjadi lebih kompetitif karena biaya di Indonesia relatif lebih murah bagi wisatawan asing.

Untuk itu, kata dia, masyarakat dapat memanfaatkan kondisi itu dengan memperkuat usaha berbasis lokal, ekonomi kreatif, kuliner, kerajinan, hingga jasa digital.

"Di Bali misalnya, ketika wisatawan asing meningkat akibat nilai tukar yang menguntungkan, UMKM lokal ikut merasakan dampak positif melalui peningkatan penjualan dan perputaran ekonomi rakyat," kata dia.

Ia pun mengharapkan masyarakat tidak perlu panik berlebihan menghadapi penurunan rupiah, karena justru dapat memperburuk kondisi ekonomi melalui perilaku konsumtif dan spekulatif.

"Yang dibutuhkan adalah sikap adaptif, hemat, produktif, serta meningkatkan keterampilan agar mampu bertahan di tengah perubahan ekonomi global," jelas Raka Suardana.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah kembali turun hingga menembus level Rp17.926 per USD pada perdagangan Rabu. Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat posisi dolar AS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PNJ Periksa Mahasiswa yang Terlibat Kasus Asusila Sesama Jenis di Kampus
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Gerak Cepat Taspen, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji ke-13 di Hari Pertama Penyaluran
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Prabowo Pastikan MBG Tetap Jalan Meski Bos BGN Dicopot, Mensesneg: Tidak Boleh Terganggu
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Menpar Sebut Pariwisata Indonesia Tetap Tumbuh Kuat di Tengah Tekanan Geopolitik Global
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Kantor BGN Dikabarkan Digeledah Penyidik Kejaksaan Agung
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.